Instruksi Kapolda NTT, Polres Mabar Menembus Gelombang Salurkan Bantuan Gempa ke Pulau Longos

Instruksi Kapolda NTT, Polres Mabar Menembus Gelombang Salurkan Bantuan Gempa ke Pulau Longos
Instruksi Kapolda NTT, Polres Mabar Menembus Gelombang Salurkan Bantuan Gempa ke Pulau Longos
Instruksi Kapolda NTT, Polres Mabar Menembus Gelombang Salurkan Bantuan Gempa ke Pulau Longos
Instruksi Kapolda NTT, Polres Mabar Menembus Gelombang Salurkan Bantuan Gempa ke Pulau Longos
Instruksi Kapolda NTT, Polres Mabar Menembus Gelombang Salurkan Bantuan Gempa ke Pulau Longos
Instruksi Kapolda NTT, Polres Mabar Menembus Gelombang Salurkan Bantuan Gempa ke Pulau Longos
Instruksi Kapolda NTT, Polres Mabar Menembus Gelombang Salurkan Bantuan Gempa ke Pulau Longos
Instruksi Kapolda NTT, Polres Mabar Menembus Gelombang Salurkan Bantuan Gempa ke Pulau Longos

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) bergerak cepat merespon dampak kebencanaan pasca-guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Flores.

‎Menanggapi situasi darurat dan trauma warga di kawasan kepulauan terpencil, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. menginstruksikan jajaran Polres Manggarai Barat untuk menerjunkan tim khusus menyalurkan bantuan sosial tanggap darurat (quick response) ke Pulau Longos, Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Senin (17/8/2026) sore.

‎Aksi kemanusiaan ini ditindaklanjuti secara presisi oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., dengan menggerakkan personel gabungan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Mabar bersama Polsek Komodo menembus jalur laut menuju lokasi pengungsian warga.

Respons Cepat Aduan Warga dan Trauma Gempa Susulan

‎Bencana gempa bumi utama berpusat di lepas pantai Mbay, Kabupaten Nagekeo pada kedalaman dangkal, guncangannya terasa kuat hingga wilayah pesisir dan kepulauan Manggarai Barat. Di Pulau Longos, guncangan hebat yang disusul deretan gempa susulan (aftershocks) serta kekhawatiran akan potensi tsunami memicu ketakutan mendalam bagi warga pesisir.

‎Berdasarkan pendataan di lapangan, sebanyak 322 Kepala Keluarga (KK) warga Pulau Longos memilih mengungsi secara mandiri ke area perbukitan dan mendirikan 10 titik pemukiman darurat beralaskan terpal seadanya. Kondisi memprihatinkan ini sempat diunggah warga melalui media sosial hingga direspon cepat oleh pimpinan Polda NTT.

‎Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa jajarannya tidak menunda waktu sedikit pun begitu menerima arahan dari Kapolda NTT dan laporan masyarakat.

‎"Bapak Kapolda NTT memberikan instruksi tegas kepada kami bahwa keselamatan dan kesejahteraan jiwa masyarakat, terutama di pulau-pulau terluar dan terpencil, adalah prioritas utama Polri saat bencana terjadi. Begitu menerima informasi krisis logistik warga di Pulau Longos melalui laporan masyarakat dan media sosial, kami langsung menyiagakan tim dan meluncurkan armada armada Polairud," tegas AKBP Christian di Labuan Bajo.

‎"Kami memahami trauma mendalam yang dialami warga akibat guncangan gempa $M 7,7$ dan ancaman gempa susulan. Kehadiran Polri di tengah perbukitan Pulau Longos adalah bukti nyata keberadaan negara untuk memberikan perlindungan, ketenangan psikologis, serta kepastian bahwa masyarakat tidak berjuang sendirian," lanjutnya.

Menembus Gelombang Demi Mengantar Logistik Vital

‎Tim penanganan tanggap darurat yang dipimpin oleh Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, S.IP., S.H., bersama Kapolsek Komodo IPDA Adhar, S.H., dan jajaran Bhabinkamtibmas bertolak dari Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 15.43 WITA menggunakan speedboat patroli Polairud.

‎Setibanya di pesisir Pulau Longos pukul 17.00 WITA, personel Polri harus menyusuri jalur pendakian curam menuju puncak ketinggian untuk menjangkau titik-titik tenda pengungsian warga secara langsung (door-to-door).

‎Dalam aksi kemanusiaan tersebut, bantuan logistik Kapolda NTT yang disalurkan meliputi Paket Sembako Kapolda NTT: 10 Dos, Air Bersih Kemasan Galon: 10 Galon, Makanan Siap Saji (Mie Instan): 10 Dos serta Perlengkapan Bayi dan Balita (Popok/Pampers): 114 Pcs

‎Mantan Danyon A Resimen III Pasukan Pelopor Korbrimob Polri tersebut menjelaskan bahwa penyaluran bantuan fokus pada kebutuhan paling mendesak bagi kelompok rentan di pengungsian.

‎"Di lokasi pengungsian ketinggian, krisis utama yang dihadapi warga adalah ketersediaan air bersih dan kebutuhan dasar untuk balita serta lansia. Oleh karena itu, bantuan Kapolda NTT fokus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan vital harian tersebut agar kesehatan pengungsi tetap terjaga," ungkap Kapolres Mabar.

Hasil Koordinasi Medis dan Jaminan Kondusifitas Wilayah

‎Pemeriksaan lapangan menunjukkan bahwa kendati tidak ditemukan kerusakan fisik berat pada struktur pemukiman warga di Pulau Longos, faktor psikologis dan kekhawatiran gempa susulan menjadi alasan utama masyarakat tetap bertahan di ketinggian.

‎Dalam kesempatan tersebut, tim Polres Mabar juga berkoordinasi langsung dengan tenaga medis Puskesmas Pembantu/Puskesdes Desa Pontianak, yakni Ibu Andri dan Ibu Andin. Dari hasil koordinasi, tercatat kebutuhan lanjutan berupa obat-obatan spesifik (hipertensi, diare, demam anak), pasokan susu formula, fasilitas sanitasi/MCK darurat, serta tambahan logistik air bersih.

‎Menanggapi kebutuhan medis lanjutan tersebut, Kapolres Manggarai Barat memastikan pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Dinas Kesehatan.

‎"Data kebutuhan medis serta fasilitas sanitasi yang dihimpun tim di lapangan telah kami petakan. Kami terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat menutupi seluruh kebutuhan medis dan sanitasi warga di perbukitan Pulau Longos," terang AKBP Christian.

‎Kapolres Mabar juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyaring setiap informasi yang beredar.

‎"Kami mengimbau warga Pulau Longos dan seluruh masyarakat Manggarai Barat untuk tetap tenang, jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pantau terus informasi resmi dari BMKG dan ikuti petunjuk petugas di lapangan. Jajaran Polres Manggarai Barat bersama TNI dan Pemda akan terus siaga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di seluruh wilayah," pungkasnya.

‎Seluruh rangkaian kegiatan penyaluran bantuan sosial Kapolda NTT berakhir pada pukul 18.55 WITA. Warga menyambut hangat kehadiran jajaran Polres Mabar yang membagikan bantuan secara langsung di lokasi tenda penampungan.**#