"Mereka Tidak Sendiri" Polres Mabar Kembali Kirim Logistik Untuk Korban Gempa di Pulau Longos
Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Manggarai Barat kembali menembus jalur perairan untuk mendistribusikan bantuan logistik tanggap darurat bencana gempa bumi tahap ketiga. Bantuan kali ini menyasar warga terdampak di Pulau Longos, Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (9/9/2026).
Langkah penanganan cepat ini diambil demi mengantisipasi kelangkaan bahan pokok di daerah pesisir dan pulau-pulau terluar yang aksesibilitasnya terganggu pascagempa tektonik yang mengguncang kawasan Flores.
Penyerahan bantuan logistik dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, S.IP., secara simbolis kepada Kepala Desa Pontianak, Sarifudin, di Mako Polres Manggarai Barat, Kampung Ujung, Labuan Bajo, sebelum diangkut melintasi laut menuju Pulau Longos.
Menerobos Tantangan Geografis Pesisir Terluar
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, S.IP., menegaskan bahwa distribusi logistik perairan ini merupakan manifestasi komitmen kepolisian dalam memastikan pemerataan bantuan hingga ke wilayah kepulauan terpencil.
"Langkah ini diambil guna mempermudah jangkauan serta memastikan ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat pesisir dan pulau-pulau terpencil yang memiliki keterbatasan aksesibilitas pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores," ujar IPTU Leonardo Marpaung, S.IP. saat dikonfirmasi pada Jumat (11/9) pagi.
Menurut IPTU Leonardo, tantangan geografis di kawasan kepulauan kerap menjadi hambatan utama dalam penanganan pascabencana.
"Masyarakat di wilayah kepulauan memiliki tantangan geografis tersendiri pascabencana. Oleh karena itu, kami hadir memastikan bantuan logistik bahan pokok dan kebutuhan dasar ini sampai ke tangan masyarakat terdampak secara cepat, tepat, dan merata," tegasnya.
Logistik untuk warga terdampak gempa Flores
Adapun paket logistik tahap ketiga yang diberangkatkan meliputi kebutuhan pangan harian hingga perlengkapan kedaruratan. Rincian bantuan mencakup Bahan Pangan & Minuman: 15 dus mi instan, 40 dus susu Indomilk, 50 dus air mineral, serta 5 dus biskuit.
Kebutuhan Bayi & Sanitasi: Susu bayi, popok, 50 stel pakaian layak pakai, 50 lembar sarung, dan 50 lembar handuk. Hunian Sementara & Tidur: 10 unit kasur lipat, selimut, serta 2 lembar terpal ukuran besar (12 x 15 meter).
"Kendati bantuan ini masih terbatas, kami berharap dapat meringankan beban dan memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak gempa bumi," jelas perwira yang akrab disapa Pak Leo tersebut.
Apresiasi warga dan Komitmen Transparansi Desa
Bantuan yang dibawah menggunakan perahu milik masyarakat itu mendarat di Pulau Longos disambut hangat oleh warga dan pemerintah desa setempat. Kepala Desa Pontianak, Sarifudin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian jajaran kepolisian yang tidak melupakan warga di pulau-pulau kecil.
"Saya atas nama warga Pulau Longos mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak Polri, khususnya Sat Polairud Polres Manggarai Barat, atas bantuan yang sangat berarti ini. Bantuan ini sudah kami terima dan segera didistribusikan secara transparan dan tepat sasaran kepada seluruh warga yang membutuhkan," ungkap Sarifudin.
Guna menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik, Pemerintah Desa Pontianak berjanji akan mempublikasikan seluruh proses pendorongan hingga pembagian bantuan secara terbuka kepada warga.
"Semua proses pendorongan hingga pembagian di pulau akan kami transparansikan. Atas semua kebaikan bapak-bapak kepolisian, kami mendoakan semoga seluruh personel Polres Manggarai Barat selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa," pungkas Sarifudin.*#
Humas Polres Manggarai Barat

