Pastikan Prosedur Keselamatan, Polisi Tingkatkan Pengamanan Wisata Bahari di Labuan Bajo
Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Usai tragedi tenggelamnya kapal wisata KLM. Putri Sakinah, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Polda NTT meningkatkan pengamanan di Pelabuhan Marina Waterfront, Labuan Bajo, Sabtu (10/1/2026) pagi.
Fokus utama pengamanan kali ini adalah pada pelayaran kapal-kapal wisata yang melayani rute menuju kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), destinasi wisata favorit yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara.
Dalam kegiatan pengamanan tersebut, personil kepolisian dari Satpolairud dan Satpamobvit Polres Mabar ditugaskan secara langsung untuk memantau aktivitas pelayaran di pelabuhan ujung barat Pulau Flores itu.
Sedikitnya 587 wisatawan menggunakan 56 unit kapal wisata tercatat melakukan perjalanan wisata pada hari ini. Sebagian besar kapal tersebut mengangkut wisatawan asing yang hendak melanjutkan perjalanan wisata mereka ke kawasan TNK.
Kapolres Mabar, AKBP Christian Kadang, S.I.K. mengatakan bahwa kehadiran aparat kepolisian di kawasan pelabuhan sangat penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memastikan setiap prosedur keselamatan pelayaran dipatuhi secara ketat oleh para pelaku pariwisata.
"Tujuannya adalah memastikan semua prosedur keselamatan dipatuhi oleh para penyedia jasa wisata bahari, serta memberikan rasa aman kepada wisatawan yang hendak berwisata," kata Kapolres Mabar dalam keterangannya, Sabtu sore.
AKBP Christian menjelaskan, Pelabuhan Marina Waterfront memang memiliki peran strategis sebagai salah satu gerbang utama penghubung antara Pulau Flores dan destinasi wisata unggulan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.
"Setiap harinya, pelabuhan ini dipadati oleh wisatawan domestik maupun internasional yang melakukan perjalanan laut menggunakan kapal wisata seperti kapal pinisi dan speedboat," jelasnya.
Oleh karena itu, ia menuturkan kehadiran aparat keamanan sangat diperlukan untuk memastikan aktivitas perjalanan wisata berlangsung tertib dan aman.
Petugas juga tampak aktif memberikan arahan kepada calon penumpang terkait prosedur keselamatan sebelum naik ke kapal, seperti penggunaan pelampung, dan pendataan identitas penumpang (data manifes).
Dengan pendekatan yang humanis namun tegas, petugas kepolisian memastikan tidak ada pelanggaran aturan pelayaran yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.
"Dengan pengawasan rutin seperti ini, kami berharap wisatawan merasa lebih tenang dan nyaman ketika melakukan penyeberangan," tutur Ajun komisaris besar polisi itu.
Tak hanya mengawasi aspek keamanan, pihak kepolisian juga turut memantau kepatuhan operator kapal terhadap regulasi pelayaran, termasuk kapasitas penumpang, kesiapan alat keselamatan, hingga kondisi teknis kapal.
Hal ini dilakukan untuk mencegah insiden atau kecelakaan laut yang bisa mencoreng citra pariwisata Labuan Bajo dan menimbulkan kerugian besar bagi berbagai pihak.
"Keamanan dan keselamatan wisatawan adalah prioritas utama kami. Maka dari itu, kami aktif melakukan pengawasan langsung di lapangan, terutama di titik-titik yang memiliki potensi tinggi terjadinya gangguan," ungkap Kapolres Mabar.
Selain itu, Polres Manggarai Barat juga bersinergi dengan berbagai pihak seperti KSOP Kelas III Labuan Bajo, TNI AL, Basarnas dan agen perjalanan wisata untuk memastikan layanan wisata bahari berjalan profesional. Semua pihak diminta bekerja sama menjaga kualitas pelayanan yang mendukung kenyamanan wisatawan.
"Pengawasan ini tidak hanya dilakukan saat hari libur nasional atau akhir pekan, tetapi juga pada hari-hari biasa, mengingat Pelabuhan Marina Waterfront selalu ramai oleh lalu lintas wisatawan," papar Perwira menengah itu.
"Keberlanjutan pengawasan ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan terhadap layanan transportasi laut di Indonesia, khususnya dari Labuan Bajo menuju Kawasan TNK," sambungnya.
Dirinya juga menyampaikan, kondisi geografis dan arus laut yang dinamis di Kawasan Perairan TNK juga menjadi perhatian khusus aparat kepolisian setempat.
Untuk itu, selain mengawasi aspek teknis dan keselamatan, personil kepolisian khususnya Satpolairud Polres Mabar juga selalu siaga menghadapi kemungkinan kondisi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan pelayaran.
"Setiap kami bertugas, kami juga selalu menerima update kondisi cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, sehingga bisa segera melakukan antisipasi jika terjadi perubahan cuaca yang ekstrem," ucap AKBP Christian.
Selain itu, di tengah meningkatnya kunjungan wisata di Labuan Bajo, para wisatawan juga diimbau untuk tetap mematuhi arahan petugas dan mengikuti prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.
"Kami juga terus memberikan imbauan kepada pelaku pariwisata maupun wisatawan. Hal ini menjadi penting untuk mendukung ekosistem wisata bahari yang aman dan berkelanjutan di Labuan Bajo," ujarnya.**#
Humas Polres Manggarai Barat

