Kepedulian Tanpa Batas, Polres Mabar Salurkan Perlengkapan Sekolah di TRK Lobohusu

Kepedulian Tanpa Batas, Polres Mabar Salurkan Perlengkapan Sekolah di TRK Lobohusu

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Sinar matahari pagi di Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (05/02/2026), terasa lebih hangat dari biasanya bagi para siswa di Sekolah Dasar (SD) TRK Lobohusu.

Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan di wilayah ujung barat Pulau Flores ini, sebuah kunjungan spesial hadir membawa secercah harapan dalam bentuk tas punggung dan perlengkapan sekolah baru.

Polres Manggarai Barat menggelar aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah lengkap.

Langkah ini diambil sebagai wujud nyata kepedulian institusi kepolisian terhadap akses pendidikan di wilayah terpencil yang selama ini masih mengandalkan swadaya masyarakat.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini didasari oleh realita di lapangan mengenai status sekolah tersebut.

"Hari ini, kami menyalurkan bantuan untuk anak-anak sekolah di Lobohusu. Sekolah tersebut statusnya masih TRK (Tempat Ruang Kelas). Sekolah dasar itu merupakan swadaya masyarakat yang didirikan akibat keterbatasan akses ke sekolah negeri," ujar AKBP Christian.

Kehadiran yang Menyejukkan

Tepat pukul 09.00 Wita, deru kendaraan jajaran personel Sat Binmas Polres Manggarai Barat memecah keheningan sekolah. Kedatangan mereka disambut dengan haru dan tangan terbuka oleh Kepala Sekolah TRK Lobohusu, Jaenudin, S.Pd., beserta para guru dan siswa yang sudah menanti di halaman sekolah yang sederhana.

Bantuan yang diserahkan tidak sekadar formalitas. Sebanyak 22 paket tas sekolah baru dibagikan, lengkap dengan "senjata" untuk belajar: buku tulis, pulpen, pensil, mistar, hingga penghapus.

Bagi para siswa yang selama ini berangkat sekolah dengan perlengkapan seadanya, pemberian ini layaknya harta karun.

"Dalam kunjungan tersebut, kami membagikan tas punggung dan alat tulis untuk para pelajar di sekolah dasar itu," ungkap Kapolres Mabar.

Wujud Kasih di Balik Seragam

Aksi ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan instruksi langsung dari Kapolres sebagai bagian dari program "Berbagi Kasih". Dibalik seragam cokelat yang mereka kenakan, terselip pesan bahwa negara hadir untuk mendukung mimpi anak-anak di pelosok negeri.

AKBP Christian menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga tidak boleh menjadi tembok penghalang bagi anak-anak untuk mengejar cita-cita setinggi langit.

"Bantuan ini adalah wujud kehadiran dan kepedulian Polri terhadap adik-adik kita. Kami memahami bahwa banyak siswa di sini memiliki semangat belajar yang tinggi namun terkendala fasilitas pendukung," jelasnya dengan nada penuh empati.

Ia juga berharap bantuan ini bisa memantik kembali api semangat belajar para siswa.

"Kami berharap, dengan tas dan alat tulis baru ini, motivasi belajar anak-anak semakin meningkat. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak berjuang sendirian," tegas AKBP Christian.

Oase di Tengah Keterbatasan

Bagi pihak sekolah, bantuan ini merupakan jawaban atas doa-doa mereka selama ini. Mengingat mayoritas siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, kehadiran Polres Mabar dianggap sebagai oase yang menyegarkan.

Kepala Sekolah TRK Lobohusu, Jaenudin, S.Pd., tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat melihat anak didiknya memeluk erat tas baru mereka.

"Atas nama seluruh siswa dan orang tua, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Manggarai Barat. Bantuan ini sungguh sangat bermanfaat dan menjadi oase bagi siswa kami yang kondisi ekonomi keluarganya pas-pasan," ungkap Jaenudin dengan suara yang bergetar menahan haru.

Ia menambahkan bahwa dukungan semacam ini memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi anak-anak untuk tetap percaya diri bersekolah.

"Melihat anak-anak memeluk tas baru mereka adalah pemandangan yang sangat luar biasa bagi kami para pendidik," pungkasnya.

Kegiatan yang penuh kekeluargaan ini berakhir pada tengah hari, pukul 12.00 Wita. Meski para personel polisi telah meninggalkan lokasi, jejak semangat baru tertinggal di lorong-lorong kelas TRK Lobohusu.

Sebuah pengingat bahwa tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi pelindung bagi mimpi-mimpi anak bangsa.**#