Pasca-Gempa M 7,7 Flores: TNI-Polri dan Tim Medis Evakuasi Puluhan Pasien di Labuan Bajo

Pasca-Gempa M 7,7 Flores: TNI-Polri dan Tim Medis Evakuasi Puluhan Pasien di Labuan Bajo
Pasca-Gempa M 7,7 Flores: TNI-Polri dan Tim Medis Evakuasi Puluhan Pasien di Labuan Bajo
Pasca-Gempa M 7,7 Flores: TNI-Polri dan Tim Medis Evakuasi Puluhan Pasien di Labuan Bajo
Pasca-Gempa M 7,7 Flores: TNI-Polri dan Tim Medis Evakuasi Puluhan Pasien di Labuan Bajo
Pasca-Gempa M 7,7 Flores: TNI-Polri dan Tim Medis Evakuasi Puluhan Pasien di Labuan Bajo
Pasca-Gempa M 7,7 Flores: TNI-Polri dan Tim Medis Evakuasi Puluhan Pasien di Labuan Bajo

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA memicu aksi tanggap darurat di Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

‎Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gempa susulan (aftershocks) dan risiko keretakan struktur bangunan, tim gabungan TNI-Polri bersama pihak rumah sakit bergerak cepat mengevakuasi puluhan pasien rawat inap ke pelataran RS Siloam dan RSUD Komodo.

‎Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan sedikitnya 80 personel gabungan dari Polres Manggarai Barat, Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT, dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Labuan Bajo yang dikerahkan sejak pukul 06.30 WITA.

Evakuasi Hati-Hati dan Pendirian Tenda Medis

‎Di pelataran RS Siloam Labuan Bajo, tim gabungan mendirikan tiga unit tenda darurat yang terdiri atas dua unit tenda Polri dan satu unit tenda Lanal Labuan Bajo. Sementara itu, di pelataran RSUD Komodo, didirikan satu unit tenda medis darurat Polri.

‎Seluruh fasilitas penampungan sementara ini dilengkapi dengan perlengkapan pertolongan pertama dari tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes), armada ambulans siaga, serta tempat tidur lipat darurat (velbed) untuk menampung pasien yang membutuhkan perawatan intensif.

‎Proses pemindahan pasien dari ruang rawat inap gedung bertingkat menuju pelataran dilakukan secara ekstra hati-hati guna menghindari trauma fisik maupun psikologis.

‎Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa evakuasi dilakukan untuk menjamin keselamatan jiwa pasien di tengah ketidakpastian kondisi bangunan pasca-guncangan hebat.

‎"Keselamatan jiwa pasien adalah prioritas paling utama. Meskipun situasi mulai terkendali, kita tidak boleh mengabaikan potensi risiko gempa susulan serta celah keretakan pada struktur gedung. Pemindahan perawatan ke area terbuka merupakan tindakan mitigasi teraman saat ini," tegas Kapolres Christian Kadang saat memimpin penanganan di lapangan, Sabtu (15/8/2026).

‎AKBP Christian menambahkan bahwa koordinasi cepat antarinstitusi menjadi kunci agar pelayanan kesehatan tetap berjalan tanpa hambatan di tengah situasi darurat.

‎"Kami bergerak cepat bersama personel untuk menyiapkan tenda darurat di rumah sakit. Ini bagian dari upaya kami memastikan masyarakat, khususnya pasien dan tenaga kesehatan, mendapatkan tempat yang aman dalam situasi pascagempa," ujar AKBP Christian.

Sinergitas Lintas Instansi dan Layanan Medis Berkelanjutan

‎Hingga Sabtu siang, seluruh proses evakuasi di kedua rumah sakit berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa laporan adanya korban jiwa maupun cedera tambahan selama pemindahan. Pasien tetap mendapatkan tindakan medis berkesinambungan di bawah naungan tenda darurat.

‎Sinergitas ketat antara kepolisian, TNI AL, dan tenaga medis setempat menjadi kunci utama kelancaran respons darurat ini. Perwakilan Lanal Labuan Bajo turut memastikan kelengkapan logistik darurat pendukung perawatan pasien selama berada di tenda penampungan.

‎Kepanikan warga dan pasien sempat terjadi saat gempa pertama mengguncang, namun kesigapan petugas di lapangan mampu menenangkan situasi secara cepat.

‎"Saat gempa terjadi tadi pagi, kami sempat panik karena berada di lantai atas gedung. Namun, petugas dari kepolisian dan TNI sangat cepat datang membantu membopong pasien turun ke pelataran. Keberadaan tenda darurat ini membuat kami merasa jauh lebih aman," ungkap Maria (38), salah satu keluarga pasien rawat inap di RS Siloam.

Pendataan Kerusakan dan Imbauan Kamtibmas

‎Selain fokus pada fasilitas kesehatan, Tim Gabungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Polres Manggarai Barat kini tengah mengintensifkan pendataan fisik terkait dampak kerusakan infrastruktur, permukiman, serta potensi warga terdampak di wilayah perkotaan hingga pelosok pesisir.

‎Untuk memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), jajaran Satuan Samapta bersama Seksi Humas Polres Manggarai Barat menggiatkan patroli dialogis di berbagai titik keramaian.

‎Kapolres Manggarai Barat mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu spekulatif maupun berita bohong (hoax) yang beredar di media sosial.

‎"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, beraktivitas secara terukur, dan selalu memantau informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah. Jika merasakan guncangan susulan, segera keluar menuju area terbuka yang aman," tutur AKBP Christian.

‎Kehadiran jajaran TNI-Polri dan Pemerintah Daerah di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan kepastian layanan kesehatan, rasa aman, serta menjaga kondusivitas wilayah Labuan Bajo pasca-bencana.**#