Menyembuhkan Luka Pasca-Gempa: Sentuhan Humanis Polres Manggarai Barat untuk Anak-Anak di Tiga Sekolah
Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Pemulihan pasca-bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai Barat tidak hanya menuntut pemulihan fisik sarana dan prasarana, tetapi juga pemulihan kondisi emosional kelompok masyarakat paling rentan. Menjawab kebutuhan tersebut, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) meluncurkan aksi kemanusiaan inklusif yang menyasar ratusan anak sekolah.
Operasi kemanusiaan terpadu yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai Selasa (15/9/2026) hingga Kamis (17/9/2026) ini mengintegrasikan tiga pilar utama penanganan pasca-bencana: pendampingan psikososial (trauma healing), pelayanan kesehatan fisik dasar, serta penyaluran bantuan sosial berupa kebutuhan logistik harian.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan penanganan psikologis dan fisik secara berimbang usai melewati peristiwa traumatik guncangan gempa.
"Anak-anak memiliki keterbatasan dalam mengekspresikan rasa takut dan cemas secara verbal. Gangguan kecemasan (post-traumatic stress) yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi menurunkan sistem imun dan mengganggu tumbuh kembang mereka secara menyeluruh," ujar AKBP Christian saat dikonfirmasi pada Jumat (18/9) siang.
Ia menambahkan, kehadiran personel kepolisian di lapangan bukan sekadar untuk fungsi keamanan, melainkan sebagai bentuk pengayoman dan rasa empati mendalam kepada warga terdampak.
"Pendampingan psikologis dan layanan medis ini adalah bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan mental dan stamina fisik anak-anak kembali pulih sehingga mereka dapat kembali belajar dengan ceria dan merasa aman," tegasnya.
Menyusuri Tiga Titik Sekolah Terdampak
Aksi kemanusiaan terpadu ini dilaksanakan secara bertahap dan terukur di tiga lokasi sekolah yang berada di wilayah hukum Polres Manggarai Barat:
Hari Pertama: MIS Insan Kamil Nggorang
Kegiatan diawali pada Selasa (15/9) pukul 11.00 WITA hingga 12.00 WITA di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Insan Kamil Nggorang, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo. Personel Sat Binmas dan Sidokkes mengajak ratusan murid berinteraksi lewat permainan interaktif, bernyanyi bersama, serta memberikan edukasi tanggap bencana secara mandiri.
Selain melakukan pemeriksaan fisik dasar dan membagikan paket multivitamin, kepolisian menyerahkan bantuan logistik berupa 10 dos air mineral, 10 dos wafer, 10 dos susu kemasan, serta 50 potong pakaian anak laki-laki.
"Selain layanan kesehatan, kepolisian menyerahkan bantuan logistik berupa air mineral, makanan nutrisi, serta pakaian anak untuk menunjang kebutuhan sehari-hari para siswa," tutur Kapolres Mabar.
Hari Kedua: TK Ade Irma, Wae Kelambu
Pada Rabu (16/9) pukul 08.30 WITA hingga 10.00 WITA, tim bergeser ke TK Ade Irma, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo. Penanganan difokuskan pada pemulihan anak usia dini melalui pendekatan bermain (play therapy), ice breaking, mendongeng, serta permainan motorik halus maupun kasar.
Kapolres Mabar mengungkapkan betapa pentingnya pendekatan yang humanis bagi anak-anak usia dini pasca-kejadian mencekam.
"Melalui pendekatan yang menyenangkan dan humanis, rasa cemas dan panik anak-anak perlahan terkikis. Kami melihat antusiasme dan senyum mereka kembali terpancar saat diajak bermain dan bernyanyi bersama," terang AKBP Christian.
Pada giat hari kedua ini, tim menyalurkan bantuan logistik berupa 10 dos air mineral, 10 dos wafer, 10 dos susu, 30 unit mainan edukatif, serta 50 lembar handuk anak.
Hari Ketiga: SLBN Komodo, Desa Batu Cermin
Rangkaian aksi kemanusiaan ditutup pada Kamis (17/9) pukul 09.00 WITA hingga 11.00 WITA di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Komodo, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo. Penanganan di lokasi ini diberikan pendekatan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan para siswa penyandang disabilitas (Anak Berkebutuhan Khusus/ABK) dengan mengandalkan kolaborasi antara Bhabinkamtibmas dan para guru.
"Pendampingan pada hari terakhir disesuaikan secara khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bersama para guru dan Bhabinkamtibmas setempat," jelas Perwira Menengah Polri tersebut.
Di SLBN Komodo, selain pemeriksaan kesehatan fisik secara intensif, kepolisian menyalurkan bantuan logistik berupa 5 dus mie instan, 5 dus air mineral, 2 dus minyak goreng, 1 dus kecap manis, 10 dus biskuit, 10 dus susu kemasan, 20 paket alat pembersih, 5 dus sarung, serta 20 lembar pakaian wanita/daster.
Capaian 100 Persen dan Apresiasi Warga
Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan, 100 persen target anak penerima layanan di ketiga sekolah tersebut berhasil terjangkau oleh pemeriksaan kesehatan dasar dan menerima asupan suplemen multivitamin tambahan. Sinergi antara fungsi Pembinaan Masyarakat (Binmas) dan Kedokteran Kepolisian (Dokkes) terbukti menjadi model intervensi pasca-bencana yang efektif dan komprehensif.
Langkah cepat jajaran Polres Manggarai Barat mendapat respon positif dan haru dari kalangan pendidik serta wali murid.
"Pihak sekolah dan perwakilan orang tua murid menyampaikan apresiasi atas perhatian dan langkah cepat kepolisian. Kehadiran jajaran Polres Manggarai Barat tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan ketenangan di lingkungan sekolah pasca-gempa," pungkas AKBP Christian.**#
Humas Polres Manggarai Barat

