Dari Sopi ke Manisnya Gula Merah: Langkah Humanis Kapolsek Kuwus Rangkul Warga
Tribratanewsmanggaraibarat.com – Labuan Bajo, Pagi yang cerah di Kampung Ranggu, Desa Ranggu, Kecamatan Kuwus Barat, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (28/03/2026), menjadi saksi sebuah transformasi sosial yang sedang tumbuh.
Sekitar pukul 09.00 Wita, Kapolsek Kuwus, IPTU Arsilinus Lentar, melakukan kunjungan hangat (patroli sambang) ke rumah-rumah pengrajin gula merah yang sebelumnya merupakan produsen minuman keras (Miras) jenis Sopi.
Kehadiran IPTU Arsilinus tidak sendirian. Beliau didampingi oleh Staf Desa Ranggu, Patris dan tokoh pendidik setempat, Sabinus. Kunjungan ini bukan sekadar patroli keamanan biasa, melainkan bentuk dukungan moral bagi warga yang memilih jalan baru demi kesejahteraan dan ketertiban umum.
Apresiasi Atas Pilihan Hidup Lebih Baik
Dalam dialog yang berlangsung santai di lokasi usaha warga, IPTU Arsilinus menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para pemilik usaha gula merah. Pilihan mereka untuk meninggalkan produksi Sopi dianggap sebagai langkah besar bagi kemajuan desa.
"Kami sangat berterima kasih dan menaruh hormat kepada Bapak-Bapak sekalian. Keputusan untuk beralih dari pengrajin Sopi menjadi pembuat gula merah adalah kontribusi nyata bagi keamanan wilayah kita," ujar Kapolsek Kuwus di hadapan para tokoh dan pengusaha lokal.
Beliau menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K, M.Si. dan Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K. untuk memberikan pengertian kepada masyarakat mengenai dampak buruk minuman keras.
"Sesuai arahan Bapak Kapolda dan Bapak Kapolres, kami ingin masyarakat paham bahwa Sopi bukan sekadar minuman, tapi pemicu berbagai masalah sosial. Mulai dari perkelahian, penganiayaan, hingga kekerasan dalam rumah tangga yang merusak keharmonisan keluarga," tambahnya.
Bahaya Miras dan Potensi Ekonomi Gula Merah
Lebih lanjut, Kapolsek Kuwus juga menyoroti bahaya miras terhadap keselamatan di jalan raya. Menurutnya, konsumsi alkohol secara signifikan menurunkan kesadaran dan kemampuan visual, yang seringkali berakhir pada kecelakaan lalu lintas fatal.
"Minuman keras menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Manggarai Barat," sebut Pak Arsi sapaan akrabnya.
Namun, selain memberikan edukasi tentang bahaya miras, IPTU Arsilinus juga membawa angin segar berupa motivasi ekonomi. Ia mendorong para pengrajin untuk melipatgandakan produksi gula merah mereka.
"Jangan ragu untuk memproduksi lebih banyak. Permintaan pasar saat ini sedang meningkat pesat. Gula merah adalah produk yang sehat dan dibutuhkan semua orang. Kami akan terus mendukung usaha positif seperti ini agar ekonomi warga semakin kuat tanpa harus bersentuhan dengan miras," tegasnya dengan penuh semangat.
Respons Positif Warga
Langkah proaktif kepolisian ini disambut hangat oleh pemilik usaha gula merah. Salah satu pengusaha mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pendampingan yang selama ini dilakukan oleh personil Polsek Kuwus.
"Terima kasih banyak kepada Bapak Kapolsek dan anggota. Selama ini Polri sering datang ke tempat kami, memberikan imbauan dan membuka mata kami tentang untung-ruginya menjadi pengrajin Sopi. Sekarang kami merasa lebih tenang dan bangga karena usaha kami tidak lagi memicu masalah bagi orang lain," ungkap Saverinus Hapong dengan nada syukur.
Hingga saat ini, wilayah Kuwus Barat dilaporkan aman dan terkendali. Hal ini mencerminkan sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat serta produktif.**#
Humas Polres Manggarai Barat

