Sinergi TNI-Polri dan Warga Rohak Perbaiki Limpasan Wae Kaca yang Terkikis Banjir

Sinergi TNI-Polri dan Warga Rohak Perbaiki Limpasan Wae Kaca yang Terkikis Banjir

Tribratanewsmanggaraibarat.com-​Labuan Bajo - Matahari belum tepat di atas kepala ketika riuh rendah suara warga memecah kesunyian di pinggiran aliran Wae Kaca, Desa Nangalili, Jumat (6/2/2026) kemarin.

Di sana, pemandangan tak biasa tersaji: sepatu bot polisi terendam air, seragam loreng TNI bersimbah peluh, dan pundak para petani mengeras memikul beban batu kali. Mereka tidak sedang berparade. Mereka sedang menyambung kembali "urat nadi" yang sempat putus.

Limpasan (jembatan rendah) Ngalor Kaca, yang menjadi akses tunggal penghubung warga Kampung Rohak, akhirnya mendapat sentuhan perbaikan setelah dua tahun merana akibat amukan banjir bandang tahun 2024. Kerusakan parah tersebut selama ini memaksa warga bertaruh nasib setiap kali musim hujan tiba.

*Sambutan Adat yang Menyentuh*

Kedatangan rombongan TNI-Polri sekitar pukul 09.30 Wita disambut dengan tradisi yang kental. Melalui prosesi adat Pau Tuak Reis, tokoh masyarakat setempat menyambut aparat dan wakil rakyat layaknya saudara yang pulang ke rumah. Sebuah simbol bahwa kerja besar ini dimulai dengan restu leluhur dan kehangatan kekeluargaan.

Kapolsek Lembor, IPDA Vinsen Bagus, S.I.P., yang memimpin langsung 12 personelnya, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar formalitas.

"Guna menangani kerusakan parah akibat banjir besar dua tahun silam, kami berinisiatif melakukan perbaikan menyeluruh pada saluran limpasan tersebut. Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat," ujar IPDA Vinsen di sela-sela kesibukan mengangkut material.

Ia menambahkan bahwa akses transportasi yang vital menjadi alasan utama mengapa perbaikan ini tidak bisa lagi ditunda.

"Limpasan ini sangat vital untuk akses transportasi warga, maka harus segera kita tangani bersama," tegasnya.

*Kolaborasi Tanpa Sekat*

Aksi nyata ini menjadi panggung kolaborasi yang apik. Tak hanya TNI-Polri, Servatius L. Gahang, A.Md, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, juga turut turun ke kubangan air.

Ia tidak datang dengan tangan hampa; bantuan semen diserahkan untuk memastikan struktur jembatan lebih kokoh menghadapi arus sungai yang tak terduga.

Servatius mengungkapkan kekagumannya pada daya tahan masyarakat lokal.

"Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Saya sangat mengapresiasi masyarakat Rohak dan rekan-rekan TNI-Polri yang tidak kenal lelah mengangkut batu dan pasir dari sungai. Semoga bantuan semen yang kami berikan bisa memperkuat struktur limpasan ini agar tahan lebih lama," tutur Servatius penuh harap.

Di lapangan, sekat-sekat jabatan seolah luruh. Personel Polsek Lembor dan Koramil 1630-02/Lembor bersama staf desa dan warga bahu-membahu menyusun batu demi batu di aliran Wae Kaca. Tidak ada instruksi yang kaku, yang ada hanyalah irama gotong royong yang organik.

*Harapan Baru dari Nangalili*

Bagi Kepala Desa Nangalili, Alfin, momen ini adalah jawaban dari doa panjang warganya. Selama dua tahun terakhir, setiap kali hujan turun, kekhawatiran selalu menghantui mobilitas warga, terutama bagi anak sekolah dan petani yang hendak membawa hasil bumi ke pasar.

"Kerusakan ini sudah dirasakan sejak tahun 2024 lalu. Hari ini kami sangat terbantu dengan kehadiran Bapak TNI-Polri dan Bapak Anggota Dewan. Masyarakat Kampung Rohak kembali memiliki harapan agar akses jalan mereka lancar kembali," ungkap Alfin dengan nada haru.

Menjelang siang, meski pekerjaan belum sepenuhnya rampung, fondasi baru Ngalor Kaca telah terlihat kokoh. Aksi gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI-Polri dengan rakyat serta dukungan dari pemerintah daerah mampu menjadi solusi cepat bagi permasalahan infrastruktur di tingkat pedesaan.**#