Menuju Idul Fitri yang Aman, Polres Mabar Gelar Operasi Keselamatan Turangga 2026
Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Upaya menciptakan ketertiban di jalan raya kembali menjadi prioritas utama Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Polda NTT.
Terhitung mulai hari ini, Senin (2/2/2026), pihak kepolisian resmi meluncurkan Operasi Keselamatan Turangga 2026. Operasi kewilayahan ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari penuh hingga 15 Februari mendatang.
Sebanyak 52 personil Polres Manggarai Barat dikerahkan secara khusus, yang terbagi dalam empat satuan tugas strategis yakni Satgas Lidik, Preemtif, Preventif, dan Banops.
Wakapolres Manggarai Barat, Kompol Martinus Pake, S.H., M.H., menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk operasi terbuka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di sektor lalu lintas.
Namun, berbeda dengan operasi penindakan murni, Operasi Keselamatan Turangga 2026 mengusung pendekatan yang lebih bersahabat.
"Operasi ini mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, simpatik, dan humanis guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka fatalitas korban kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas," ujar Kompol Martinus usai memimpin upacara gelar pasukan.
*Menjaga Kondusivitas Menjelang Idul Fitri*
Selain untuk mendisiplinkan pengguna jalan di awal tahun, operasi ini memiliki misi krusial lainnya yakni memastikan kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Polisi berupaya menciptakan kondisi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) sedini mungkin agar masyarakat dapat merayakan hari besar dengan nyaman.
Dalam pelaksanaannya, Kompol Martinus menjelaskan bahwa meskipun kegiatan preemtif dan preventif menjadi garda terdepan, pihaknya tidak akan ragu melakukan penegakan hukum (Gakkum) bagi pelanggaran yang membahayakan.
"Operasi ini akan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, serta didukung dengan penegakan hukum (Gakkum) lalu lintas secara manual baik statis maupun mobile," jelasnya lebih lanjut.
Di lapangan, petugas juga dibekali instruksi untuk memberikan teguran simpatik sebagai sarana edukasi.
"Harapannya, kesadaran muncul dari dalam diri pengendara, bukan sekadar karena takut akan denda," ujar Mantan Kasat Intelkam Polres Mabar itu.
*Sasaran Utama Operasi*
Polres Manggarai Barat telah memetakan sejumlah sasaran prioritas dalam operasi kali ini. Beberapa di antaranya meliputi:
Penggunaan sabuk pengaman, helm berstandar SNI, serta kelengkapan TNKB. Pengendara di bawah umur atau yang tidak memiliki SIM. Berkendara di bawah pengaruh alkohol atau melebihi batas kecepatan.
Penggunaan knalpot 'brong' dan telepon genggam saat mengemudi. Kendaraan yang tidak laik jalan atau menggunakan rotator yang tidak sesuai peruntukan. Perilaku ugal-ugalan seperti zig-zag hingga melawan arus.
"Sasaran ini menjadi pedoman bagi petugas di lapangan untuk menindak tegas pengendara yang tidak patuh terhadap peraturan lalu lintas yang berlaku," sebutnya.
Wakapolres mengingatkan kembali bahwa nyawa adalah hal yang paling berharga di jalan raya. Kedisiplinan adalah kunci untuk menekan angka kecelakaan yang seringkali berawal dari pelanggaran kecil.
"Keselamatan berkendara adalah fokus utama dalam operasi Keselamatan Turangga tahun ini, demi menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mendisiplinkan para pengguna jalan agar tertib berlalu lintas," ungkap Komisaris polisi itu.
Kini, bola ada di tangan masyarakat. Dengan dimulainya Operasi Keselamatan Turangga 2026, warga Labuan Bajo dan sekitarnya diharapkan lebih mawas diri dan melengkapi surat-surat kendaraan sebelum memacu mesin di jalanan.**#
Humas Polres Manggarai Barat

