Patroli Jalan Kaki di Labuan Bajo, Langkah Preventif Polres Mabar Jamin Keamanan Warga dan Wisatawan
Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Mentari pagi baru saja meninggi di ufuk timur Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah geliat aktivitas pelabuhan yang mulai sibuk, sepuluh personel kepolisian berkumpul di kawasan Kampung Ujung, Jumat (29/5/2026).
Mengenakan seragam putih hitam khas Polisi Pariwisata namun dengan senyum ramah, para personel dari Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pamobvit) Polres Manggarai Barat bersiap melakukan tugas rutin mereka: menjaga keamanan di salah satu destinasi wisata super prioritas paling sibuk di Indonesia.
Tepat pukul 08.10 Wita, patroli jalan kaki dimulai. Rute yang mereka tempuh bukan sekadar jalur santai, melainkan titik-titik vital aktivitas pariwisata. Mulai dari pusat kuliner Kampung Ujung, area lobi Hotel Meruorah, Pelabuhan ASDP Labuan Bajo, hingga melintasi Waterfront Pelabuhan Marina yang kini menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik dan mancanegara.
Patroli jalan kaki sengaja dipilih sebagai metode persuasif demi membangun interaksi langsung (engagement) yang hangat dengan masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan.
"Patroli berjalan kaki ini membuat kami bisa menyapa langsung setiap wisatawan dan mendengar keluh kesah para pelaku wisata di lapangan secara real-time. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi di sini bukan untuk menakuti, melainkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman," ujar Kasat Pamobvit Polres Manggarai Barat, Inspektur Polisi Satu (IPTU) I Komang Agus Budiawan, S.E., saat memimpin patroli di area Waterfront Marina.
Keselamatan Laut Jadi Atensi Utama
Dalam patroli yang berlangsung selama hampir dua setengah jam tersebut, para personel tidak sekadar berjalan memantau situasi. Mereka aktif menyambangi satu per satu lapak pelaku usaha pariwisata, pemandu wisata, hingga operator kapal yang tengah bersiap berlayar.
Aspek keselamatan transportasi laut menjadi salah satu fokus utama petugas pagi itu. Petugas berulang kali mengingatkan pentingnya penggunaan alat keselamatan (life jacket) bagi siapa saja yang hendak menyeberang menggunakan sekoci atau kapal cepat (speedboat) menuju kapal wisata di tengah laut.
"Kami meminta dengan sangat agar seluruh wisatawan, penumpang, dan kru kapal tanpa terkecuali wajib mengenakan life jacket saat menyeberang. Keselamatan adalah investasi terbaik pariwisata kita. Jangan sampai kelalaian kecil berujung fatal," tegas Kasat Pamobvit di sela-sela pemantauan di Dermaga Marina.
Imbauan tegas namun persuasif ini disambut baik oleh pelaku usaha transportasi laut. Yohanis (42), salah seorang anak buah kapal (ABK) yang ditemui di lokasi, mengakui pentingnya kehadiran petugas di lapangan untuk membantu mendisiplinkan wisatawan.
"Kehadiran bapak-bapak polisi yang menegur langsung wisatawan sangat membantu kami. Kadang kalau kami yang meminta, tamu sering mengabaikan karena merasa jarak penyeberangannya dekat. Kalau diingatkan langsung oleh petugas, mereka jadi lebih patuh," tutur Yohanis.
Selain keselamatan pelayaran, petugas juga mengedukasi wisatawan mengenai kepatuhan terhadap aturan di Taman Nasional Komodo (TNK). Pengunjung diimbau untuk selalu mengikuti prosedur standar (SOP) yang telah ditetapkan oleh otoritas taman nasional demi keselamatan diri sendiri dan kelestarian ekosistem komodo.
"Kami juga mengimbau para wisatawan untuk mematuhi standar keselamatan yang berlaku demi menjaga keamanan bersama selama berkunjung ke kawasan TNK," tambah Pak Komang sapaan akrabnya.
Merawat Kebersihan dan Antisipasi Kriminalitas
Sektor kebersihan lingkungan juga tidak luput dari perhatian. Sepanjang rute Kampung Ujung hingga Waterfront, personel Sat Pamobvit aktif mengajak masyarakat setempat dan pedagang untuk menjaga kebersihan wilayah pesisir.
"Labuan Bajo ini wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Keindahan alamnya harus ditunjang dengan kebersihan lingkungannya agar para pelancong betah berlama-lama di sini," ungkap perwira pertama Polri tersebut saat berdialog dengan pedagang kuliner di Kampung Ujung.
Sembari mengedukasi soal kebersihan, polisi menyebarkan pesan-pesan preventif guna mengantisipasi tindakan kriminalitas seperti pencurian. Wisatawan diimbau untuk tetap waspada terhadap barang bawaan pribadi mereka tanpa harus merasa cemas berlebihan.
Sebagai langkah antisipasi cepat, kepolisian menyosialisasikan layanan pengaduan cepat (Quick Response) Call Center Layanan 110 Polri.
"Jika bapak atau ibu melihat, mendengar, atau mengalami langsung gangguan kamtibmas maupun tindak pidana, segera hubungi Call Center 110. Layanan ini bebas pulsa, aktif selama 24 jam penuh, dan personel kami siap merespons dengan cepat setiap laporan yang masuk," jelas Komang.
Komitmen Zero Incident
Tepat pukul 10.30 Wita, patroli jalan kaki berakhir. Berdasarkan hasil pemantauan intensif di sepanjang rute, situasi keamanan di destinasi wisata prioritas tersebut dilaporkan aman, tertib, dan sangat kondusif. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol atau kecelakaan wisata (zero accident/zero incident).
Dengan komitmen pengamanan yang humanis dan konsisten, Polres Manggarai Barat optimistis bahwa Labuan Bajo akan terus mempertahankan reputasinya sebagai destinasi wisata kelas dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga aman dan ramah bagi siapa saja.
"Hingga saat ini, Labuan Bajo tetap aman dan nyaman bagi siapa saja yang datang berkunjung. Kami berkomitmen untuk memastikan keamanan masyarakat maupun wisatawan senantiasa terjaga dengan baik," pungkas IPTU Komang.
Humas Polres Manggarai Barat

