Respons Cepat Gempa M 7,7: Polres Mabar Bawa Bantuan Semen, Pasir, dan Sembako Langsung ke Rumah Penyintas

Respons Cepat Gempa M 7,7: Polres Mabar Bawa Bantuan Semen, Pasir, dan Sembako Langsung ke Rumah Penyintas
Respons Cepat Gempa M 7,7: Polres Mabar Bawa Bantuan Semen, Pasir, dan Sembako Langsung ke Rumah Penyintas
Respons Cepat Gempa M 7,7: Polres Mabar Bawa Bantuan Semen, Pasir, dan Sembako Langsung ke Rumah Penyintas
Respons Cepat Gempa M 7,7: Polres Mabar Bawa Bantuan Semen, Pasir, dan Sembako Langsung ke Rumah Penyintas
Respons Cepat Gempa M 7,7: Polres Mabar Bawa Bantuan Semen, Pasir, dan Sembako Langsung ke Rumah Penyintas
Respons Cepat Gempa M 7,7: Polres Mabar Bawa Bantuan Semen, Pasir, dan Sembako Langsung ke Rumah Penyintas
Respons Cepat Gempa M 7,7: Polres Mabar Bawa Bantuan Semen, Pasir, dan Sembako Langsung ke Rumah Penyintas
Respons Cepat Gempa M 7,7: Polres Mabar Bawa Bantuan Semen, Pasir, dan Sembako Langsung ke Rumah Penyintas
Respons Cepat Gempa M 7,7: Polres Mabar Bawa Bantuan Semen, Pasir, dan Sembako Langsung ke Rumah Penyintas

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Sebanyak 9.275 unit bangunan di 12 kecamatan dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Laut Flores—lepas pantai Mbay, Kabupaten Nagekeo—dampak trauma dan kerusakan tempat tinggal dirasakan hingga ke wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026). Bencana ini juga menelan satu korban jiwa, yakni Ibu Siti Hawa (80).

‎Menanggapi besarnya dampak bencana tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat bersama Polsek Komodo dan instansi terkait mendistribusikan bantuan logistik secara langsung sekaligus menerjunkan 20 personel gabungan untuk menggenjot pemulihan fisik sarana warga.

Bantuan Material dan Logistik Diserahkan Langsung

‎Penyaluran bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar dan material rekonstruksi tahap awal bagi warga yang huniannya rusak berat.

‎"Bantuan yang diserahkan langsung kepada masing-masing penerima manfaat meliputi bahan bangunan berupa 30 sak semen per unit rumah dan 1 rit pasir (dump truck); peralatan pertukangan seperti sekop, ember, dan alat kerja fisik; serta bantuan logistik pokok berupa sembako, mi instan, dan air mineral kemasan," ujar Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., saat meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Komodo, Jumat (21/8) siang.

‎AKBP Christian menegaskan bahwa kehadiran aparat di lapangan merupakan wujud nyata pelayanan dan respons cepat negara di tengah situasi krisis.

‎"Sesuai perintah Bapak Kapolda NTT, kami mendata terlebih dahulu. Berdasarkan data BPBD, terdapat total 9.275 rumah yang terdampak di 12 kecamatan. Kebetulan di dekat Labuan Bajo—khususnya di Kecamatan Komodo ini—ada rumah yang mengalami kerusakan cukup parah. Kehadiran pemerintah dan Polri wajib ada di sini untuk membantu masyarakat," tegasnya.

Bahu-Membahu Bersihkan Puing dan Duka Penyintas

‎Selain penyerahan bantuan, aksi tanggap darurat difokuskan pada pembersihan material berbahaya di permukiman warga. Di Kecamatan Komodo, personel kepolisian bahu-membahu menyingkirkan reruntuhan batako, pecahan keramik, hingga material atap kayu dan seng yang rawan roboh akibat guncangan susulan.

‎Pembersihan tersebut menyasar sedikitnya dua rumah warga yang mengalami rusak berat, salah satunya kediaman milik Jafar. Rumah berstruktur tembok milik Jafar roboh total di bagian dinding sekelilingnya sehingga tidak lagi layak dihuni.

‎Saat ditemui di lokasi, Jafar menceritakan detik-detik kehancuran huniannya yang kini memaksa tiga anggota keluarganya mengungsi.

‎"Saat ini kondisi rumah sudah roboh semua di bagian sekelilingnya. Bagian depan saja sudah jatuh. Kalau sekelilingnya retak semua, termasuk keramiknya," tutur Jafar dengan raut wajah prihatin.

‎Jafar menambahkan, anak-anaknya yang masih bersekolah saat ini terpaksa mengungsi sementara ke Mataram. Ia menyampaikan apresiasinya atas aksi cepat petugas yang hadir langsung membantu di tengah masa sulit.

‎"Saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah mau membantu membersihkan rumah saya dalam kondisi seperti ini," ungkapnya.

Pangkas Jalur Logistik Melalui Sistem 'Pos Ajub'

‎Guna mengimbangi luasnya cakupan wilayah terdampak serta mempercepat distribusi, Polres Manggarai Barat menerapkan terobosan pemangkasan birokrasi melalui pembentukan Pos Ajub.

‎"Kami telah menyiapkan bahan material seperti semen dan pasir. Ke depannya, kami mendirikan Pos Ajub agar pendistribusian logistik tidak lagi terpusat di Polres, melainkan digeser langsung ke Polsek. Dengan demikian, pihak Polsek dapat langsung membagikannya ke wilayah masing-masing tanpa hambatan birokrasi," jelas Kapolres Mabar.

Realita Pengungsian Mandiri dan Imbauan Kewaspadaan

‎Berbeda dengan pola penanganan bencana pada umumnya, mayoritas penyintas gempa di Manggarai Barat memilih mendirikan tenda darurat secara mandiri di halaman depan rumah masing-masing. Langkah ini diambil untuk menjaga barang berharga sekaligus menghindari risiko tertimpa bangunan jika gempa susulan terjadi.

‎"Khususnya di Manggarai Barat, warga yang khawatir atau takut masuk ke dalam rumah memilih untuk mengungsi secara mandiri di depan rumah masing-masing guna mengantisipasi gempa susulan. Jadi, untuk titik pengungsian terpusat saat ini tidak ada," kata AKBP Christian.

‎Mengingat aktivitas seismik yang masih terus dipantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.

‎"Kami terus memberikan imbauan, baik secara langsung maupun melalui media sosial, agar masyarakat segera keluar rumah jika terjadi gempa. Kami juga mengingatkan masyarakat terkait sistem peringatan dini tsunami—jika alarm berbunyi, segera keluar dan mencari tempat yang lebih tinggi," pungkasnya.

‎Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan darurat atau perlindungan keamanan selama masa pemulihan untuk memanfaatkan layanan bebas pulsa Call Center 110 atau menghubungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat yang bersiaga 24 jam.**#