AKBP Christian Kadang Utus Terapis Pribadi Obati Korban Gempa Penderita Strok di Mabar
Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Langkah humanis ditunjukkan Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., saat meninjau langsung warga terdampak gempa bumi di pemukiman Translok Blok D, Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026) siang.
Tepat sepekan pasca-gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Flores pada Sabtu (15/8/2026), trauma mendalam dan keprihatinan masih menyelimuti para penyintas.
Di tengah keterbatasan fasilitas tenda pengungsian, Kapolres Manggarai Barat tidak hanya menyerahkan bantuan logistik, tetapi juga mendatangkan terapis pengobatan alternatif pribadinya, Haji Zaeb, untuk mengobati warga penderita strok di lokasi pengungsian.
"Kami ingin memastikan kehadiran Polri tidak sekadar membawa bantuan materiil, tetapi juga menyentuh kebutuhan kesehatan mendasar warga yang sedang menderita sakit di tenda darurat," ujar AKBP Christian pada Sabtu malam
Aksi tanggap ini bermula saat rombongan Polres Mabar mendatangi kediaman pasangan Bernadus Jaman (63) dan Marta Reni (52) sekitar pukul 14.25 WITA. Rumah tembok milik keluarga tersebut mengalami rusak berat pada bagian belakang dan samping, sehingga lima anggota keluarga harus mengungsi di tenda mandiri pekarangan rumah. Bernadus sendiri tengah berjuang melawan strok ringan.
Di titik pertama, Polres Mabar menyerahkan 7 sak semen, 2 paket sembako Kapolda NTT, serta 1 lembar selimut tebal.
Lima menit berselang, rombongan bergeser ke tenda terpal hijau milik Rofina Fatimah (53). Ibu rumah tangga yang menderita strok selama hampir tujuh tahun ini terpaksa tinggal di tenda karena dinding rumahnya retak parah dan rawan ambruk. Dengan mobilitas bergantung pada sebatang tongkat, Rofina mengaku belum tersentuh pemeriksaan medis selama lima hari mengungsi.
Melihat kondisi tersebut, AKBP Christian langsung menghubungi Haji Zaeb melalui sambungan telepon. Tak lama setelah Kapolres meninggalkan lokasi, ajudan Kapolres mengantar terapis tersebut langsung ke tenda pengungsian untuk memberikan penanganan medis awal kepada Bernadus dan Rofina.
"Terima kasih banyak Bapak Kapolres Mabar yang sudah begitu peduli. Tidak hanya memberi kami bantuan makanan dan semen, tapi juga mengirimkan terapis langsung ke tenda kami. Ini sungguh sangat membantu," ungkap Bernadus Jaman dengan nada haru usai menjalani terapi.
Rofina Fatimah juga menyampaikan rasa terharunya atas perhatian yang diberikan pihak kepolisian.
"Saya sudah lima hari di tenda dan sulit bergerak. Terima kasih Pak Kapolres sudah ingat kami dan kirim Pak Haji untuk obati saya," tutur Rofina.
Selain mendatangkan terapis, Polres Mabar turut menyerahkan bantuan 4 sak semen, 1 paket sembako Kapolda NTT, dan 1 selimut tidur untuk membantu meringankan beban keluarga Rofina di masa tanggap darurat ini.**#
Humas Polres Manggarai Barat

