Polres Manggarai Barat Pastikan Pawai Malam Takbiran di Labuan Bajo dan Sekitarnya Berjalan Aman

Polres Manggarai Barat Pastikan Pawai Malam Takbiran di Labuan Bajo dan Sekitarnya Berjalan Aman

Tribratanewsmanggaraibarat.com-​Labuan Bajo - Gema takbir berkumandang membelah langit malam di ujung barat Pulau Flores. Di bawah penjagaan ketat personel gabungan, umat Muslim di Kabupaten Manggarai Barat merayakan malam kemenangan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh khidmat, Jumat (20/03/2026).

Suasana di Kota Labuan Bajo, yang kini menyandang status destinasi pariwisata super premium, tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jalan Soekarno-Hatta yang biasanya bising oleh deru mesin, malam ini berubah menjadi lautan pendar cahaya elektrik yang tenang namun megah.

*Inovasi Cahaya di Jantung Pariwisata*

Sejak pukul 20.00 Wita, pelataran Masjid Agung Nurul Falaq mulai dipadati ribuan warga. Menariknya, tidak ada konvoi kendaraan bermotor yang memadati ruas jalan utama. Sebagai gantinya, warga membawa lampu elektrik dan gawai yang cahayanya memantul di permukaan laut pelabuhan, menciptakan atmosfer modern yang estetik.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa kebijakan pelarangan konvoi kendaraan bermotor diambil demi menjaga marwah Labuan Bajo sebagai kota wisata internasional sekaligus menjamin keselamatan warga.

"Malam takbiran tahun ini memang dilarang menggunakan konvoi kendaraan bermotor. Langkah ini kami ambil untuk alasan keselamatan peserta serta menghindari euforia berlebihan yang berisiko memicu gangguan kamtibmas," ujar AKBP Christian dalam keterangannya.

Kreativitas warga justru teruji di tengah keterbatasan. Tanpa mobil bak terbuka, beberapa kelompok pemuda nampak mendorong gerobak berisi pengeras suara secara gotong royong. Di atasnya, lantunan takbir dikumandangkan dengan penuh penghayatan, mengiringi langkah kaki ribuan jemaah.

*Sinergi Tanpa Sekat: Pengamanan Humanis*

Keberhasilan menjaga kondusivitas ini tidak lepas dari kerja keras aparat gabungan. Sebanyak 100 personel Polres Manggarai Barat dibantu Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT dikerahkan ke titik-titik vital. Sinergi ini juga diperkuat oleh kehadiran prajurit Kodim 1630/Mabar, Lanal Labuan Bajo, serta jajaran Pemerintah Daerah.

AKBP Christian, yang juga merupakan mantan Danyon A Resimen III Pasukan Pelopor Korbrimob Polri, menekankan bahwa instruksi kepada jajarannya adalah menjaga keamanan dengan wajah yang ramah.

"Kami mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keamanan objek vital. Prioritas utama kami adalah memastikan umat dapat merayakan kemenangan dengan tenang," tuturnya tegas.

*Kontras Tradisi: Obor di Sano Nggoang, Lembor dan Lembor Selatan*

Jika di pusat kota didominasi cahaya modern, pemandangan kontras yang eksotis tersaji di wilayah kecamatan. Di Werang, Ibu Kota Kecamatan Sano Nggoang, Pandang, Lembor serta Nangalili di Lembor Selatan, tradisi "Pawai Obor" tetap dijaga dengan teguh.

Ribuan bambu berpijar menciptakan ularan api yang membelah kegelapan malam pedesaan. Di sini, kehadiran personel Polsek setempat memastikan barisan tetap tertib tanpa mengganggu aktivitas warga lainnya.

Taufiq (35), seorang peserta pawai di Werang, mengungkapkan rasa syukurnya atas suasana tahun ini.

"Sangat unik dan luar biasa. Di sini kami berjalan kaki membawa obor sebagai simbol kemenangan. Kehadiran bapak-bapak polisi di setiap persimpangan membuat kami merasa tenang dan khusyuk dalam merayakan malam lebaran ini," ungkapnya dengan wajah berseri.

*Catatan Kondusif di Akhir Ramadhan*

Hingga tengah malam, situasi di seluruh wilayah hukum Polres Manggarai Barat dilaporkan aman terkendali. Tidak ada insiden menonjol yang mengganggu jalannya ibadah maupun aktivitas masyarakat umum.

"Berkat kesigapan petugas di lapangan dan partisipasi aktif masyarakat yang tertib, perayaan malam takbiran tahun ini berlangsung sangat kondusif," pungkas AKBP Christian Kadang.

Malam takbiran 1447 H di Manggarai Barat bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan bukti nyata bagaimana kedisiplinan dan harmoni serta toleransi dapat berjalan beriringan di tengah kemajuan zaman dan hiruk pikuk industri pariwisata.**#