Kapolres Mabar Pastikan Anggotanya Tidak Terlibat Mafia BBM: "Tidak Ada Ruang Bagi Pelanggar Hukum"
Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., membantah keras tudingan yang menyebutkan adanya keterlibatan personelnya dalam praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di wilayah hukumnya.
Pernyataan ini muncul menyusul santernya kabar mengenai oknum anggota Polres Manggarai Barat yang disebut-sebut masuk dalam radar penyelidikan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda NTT.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa salah satu Perwira berinisial IPDA A diduga terlibat dalam jaringan distribusi BBM ilegal yang tengah diselidiki secara intensif oleh Bid Propam Polda NTT di wilayah Manggarai Raya.
IPDA A diduga bertindak sebagai "jembatan" atau penghubung antara jaringan aparat dengan pihak swasta yang menjadi muara akhir distribusi BBM Ilegal tersebut. Namun, berdasarkan hasil penelusuran dan fakta di lapangan, tuduhan tersebut dipastikan tidak berdasar.
Fakta Lapangan dan Hasil Penyelidikan
AKBP Christian Kadang menegaskan bahwa IPDA A sama sekali tidak memiliki keterkaitan, baik secara personal maupun profesional, dengan para oknum atau kelompok yang sebelumnya telah diamankan oleh pihak Bid Propam Polda NTT.
"Setelah dilakukan kroscek terhadap fakta-fakta di lapangan, IPDA A tidak pernah terlibat atau berhubungan dengan orang-orang yang telah diamankan oleh Bid Propam Polda NTT terkait kasus BBM tersebut," tegas AKBP Christian Kadang saat memberikan keterangan resmi, Senin (27/4).
Komitmen dan Pengawasan Ketat
Meski membela anggotanya dari tuduhan yang tidak berdasar, pucuk pimpinan Polres Manggarai Barat ini memastikan bahwa dirinya tidak akan menutup mata jika ditemukan pelanggaran di masa depan. Integritas institusi tetap menjadi prioritas utama.
"Terkait masalah BBM ilegal ini, saya tegaskan bahwa kami akan menindak tegas jika di kemudian hari ditemukan ada anggota yang terbukti melanggar aturan atau ikut 'bermain-main'. Tidak ada ruang bagi pelanggar hukum di institusi ini," pungkasnya dengan nada tegas.
Di sisi lain, AKBP Christian secara ksatria menyampaikan permohonan maaf atas adanya celah dalam pengawasan distribusi energi di wilayah hukumnya yang sempat dimanfaatkan oleh oknum-oknum nakal di luar kesatuannya.
"Kami memohon maaf atas lolosnya pendistribusian BBM ilegal di jalur Manggarai Timur hingga Labuan Bajo. Kami pastikan langkah pengawasan akan ditingkatkan secara signifikan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang," ungkap perwira menengah tersebut.
Imbauan untuk Masyarakat
Menutup keterangannya, Kapolres meminta masyarakat agar lebih bijak dalam memilah informasi yang beredar di jagat maya. Ia berharap warga tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak cepat termakan informasi liar yang beredar, baik di media massa maupun media sosial, sebelum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang," imbaunya.
Saat ini, kondisi keamanan di Manggarai Barat dilaporkan tetap kondusif. Pihak kepolisian terus memperketat penjagaan di titik-titik rawan guna memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat tidak terganggu oleh praktik penyelewengan ilegal.**#
Humas Polres Manggarai Barat

