Menanam Harap di Golo Damu: Langkah Nyata Polres Mabar Kawal Kedaulatan Pangan
Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Mentari pagi baru saja mendaki perbukitan di Kecamatan Mbeliling ketika derap langkah seragam cokelat dan hijau bersatu dengan langkah para petani di Desa Golo Damu, Kabupaten Manggarai Barat pada Kamis (15/1/2026) lalu.
Bukan sekadar hari biasa bagi warga setempat. Di atas lahan seluas satu hektare, tersaji bukti nyata sinergi antara pengabdi negara dan pengolah tanah. Polres Manggarai Barat membuktikan bahwa tugas kepolisian kini melampaui batas penjagaan keamanan konvensional.
Melalui Panen Perdana Tematik Jagung Hibrida Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025, korps berbaju cokelat ini turun langsung ke ladang, menyingsingkan lengan baju untuk mendukung kedaulatan pangan nasional.
Sinergi di Garis Depan Pertanian
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita ini menjadi panggung kolaborasi lintas sektor. Kehadiran Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, SE, bersama jajaran Forkopimda, TNI, Polri dan tokoh adat, mempertegas bahwa urusan perut rakyat adalah prioritas kolektif.
Penyambutan adat yang hangat oleh tua-tua adat Desa Golo Damu mengawali prosesi ini, sebuah simbol restu dari tanah leluhur bagi upaya yang sedang diperjuangkan.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., yang hadir sata itu, menegaskan bahwa Polri adalah mitra strategis dalam menjaga stabilitas melalui sektor produktif.
"Polri hadir bukan hanya untuk mengawasi, tetapi memastikan setiap jengkal program ketahanan pangan di Manggarai Barat memberikan manfaat konkret yang bisa dirasakan langsung di meja makan masyarakat," tegas AKBP Christian.
Panen Berlimpah, Asa Membuncah
Puncak acara ditandai dengan pemetikan jagung hibrida secara simbolis. Di balik hamparan batang-batang jagung yang menguning, tersimpan angka yang cukup fantastis: 6,5 ton hasil panen dari lahan satu hektare. Hasil ini merupakan buah kerja keras kolaborasi antara Polri dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kiong Desa Golo Damu.
Capaian ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Bagi warga Golo Damu, 6,5 ton jagung hibrida adalah simbol kemandirian ekonomi. Ini adalah jawaban atas tantangan pangan di tengah situasi global yang tidak menentu.
Bupati Edistasius Endi, SE. mengapresiasi keterlibatan aktif Polri. Menurutnya, kehadiran aparat keamanan di sektor pertanian memberikan rasa aman bagi petani untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas mereka.
"Adanya jaminan keamanan di sektor agraria memberikan ruang bagi petani untuk terus mengembangkan inovasi demi tercapainya peningkatan produktivitas," ungkapnya.
Lebih dari Sekedar Panen
Bagi Polres Manggarai Barat, kegiatan ini adalah awal dari pendampingan berkelanjutan. Kapolres Mabar menyampaikan bahwa ketahanan pangan adalah pondasi dari stabilitas sosial dan keamanan.
Ketika kondisi ekonomi desa bergerak maju, potensi konflik sosial dapat ditekan seminimal mungkin.
"Kami siap mengawal program-program produktif ini agar tidak berhenti di sini. Kita ingin ini berkelanjutan," tutur Perwira menengah itu dengan nada optimis.
Pukul 10.00 Wita, kegiatan berakhir dengan suasana kondusif. Namun, semangat yang ditinggalkan di Golo Damu diharapkan menjalar ke desa-desa lain di Manggarai Barat.
Panen perdana ini menjadi pesan kuat: bahwa dari bukit-bukit di Manggarai Barat, kedaulatan pangan Indonesia sedang dibangun, satu tongkol jagung demi satu tongkol lainnya, dengan pengawalan setia dari mereka yang menjaga negeri.**#
Humas Polres Manggarai Barat

