Festival Golo Koe 2026, Polisi Estafet Amankan Perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara

Festival Golo Koe 2026, Polisi Estafet Amankan Perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara
Festival Golo Koe 2026, Polisi Estafet Amankan Perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara
Festival Golo Koe 2026, Polisi Estafet Amankan Perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara
Festival Golo Koe 2026, Polisi Estafet Amankan Perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara
Festival Golo Koe 2026, Polisi Estafet Amankan Perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara
Festival Golo Koe 2026, Polisi Estafet Amankan Perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara

‎Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat mengawal secara ketat dan berestafet prosesi perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara dalam rangkaian perhelatan akbar keagamaan dan kebudayaan, Festival Golo Koe 2026.

‎Prosesi spiritual yang dimulai sejak Jumat (10/7/2026) tersebut melintasi belasan paroki di wilayah hukum Polres Manggarai Barat. Seluruh rangkaian perjalanan rombongan peziarah dilaporkan berlangsung aman, tertib, serta diwarnai kehangatan toleransi antarumat beragama.

‎Perarakan diawali dari Paroki St. Yosep Pekerja Lengko Cepang, Kecamatan Lembor Selatan, kemudian bergerak menembus jalur antarwilayah hingga tiba di titik persinggahan sementara Paroki Katedral Roh Kudus, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Rangkaian acara keagamaan ini dijadwalkan berlanjut ke tahap Prosesi Laut pada 14 Agustus 2026 dan akan berakhir di Gua Maria Golo Koe.

Pengamanan Berestafet Demi Kamseltibcarlantas

‎Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam mengamankan seluruh tahapan perarakan religi tersebut. Langkah ini dilakukan guna menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) bagi seluruh masyarakat maupun ribuan peziarah yang hadir.

‎"Kami jajaran Polres Manggarai Barat menerjunkan pengamanan penuh secara berestafet mulai dari wilayah Polsek Lembor, Polsek Kuwus, Polsek Macang Pacar, Polsek Sano Nggoang, Polsek Komodo hingga tingkat Polres Manggarai Barat. Kehadiran personel di setiap persimpangan, pusat keramaian, dan titik rawan kemacetan adalah untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan ibadah masyarakat berjalan tanpa hambatan," ujar AKBP Christian dalam keterangannya di Labuan Bajo, Rabu (5/8) malam.

Simbol Kebinekaan dan Sinergitas Lintas Agama

‎Salah satu pemandangan paling menyejukkan dalam pengamanan prosesi ini adalah keterlibatan personel Polres Manggarai Barat dari pelbagai latar belakang agama—Katolik, Islam, Protestan, hingga Hindu. Kehadiran personel lintas agama tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan tanpa membedakan keyakinan.

‎Tidak hanya dari unsur Kepolisian, semangat kebersamaan ini juga disambut hangat oleh masyarakat luas. Warga Muslim setempat tampak bergotong royong bersama umat Katolik di sepanjang rute untuk menyambut rombongan dan membantu kelancaran perarakan.

‎Kapolres Manggarai Barat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergitas dan solidaritas antarumat beragama yang ditunjukkan masyarakat Manggarai Barat selama perarakan berlangsung.

‎"Festival Golo Koe dan Perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara ini bukan sekadar agenda religi Katolik, melainkan panggung harmoni bagi seluruh elemen masyarakat Manggarai Barat. Kami bangga melihat personel kami dari pelbagai keyakinan berdiri berdampingan mengawal prosesi ini. Begitu pula warga Muslim dan penganut agama lainnya yang turut aktif membantu. Ini adalah cerminan indahnya toleransi di Keuskupan Labuan Bajo," ungkap Christian.

Pelayanan Humanis di Sepanjang Rute

‎Pola pengamanan yang diterapkan Polres Manggarai Barat tidak sekadar menitikberatkan pada aspek ketertiban lalu lintas dan penjagaan fisik semata, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis. Di beberapa titik persinggahan paroki, personel Kepolisian yang bertugas bahkan tampak ikut serta memikul Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara bersama para peziarah.

‎"Pendekatan humanis adalah prioritas kami. Personel Polri hadir tidak hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat. Ketika anggota kami ikut serta memikul patung di tempat persinggahan, itu adalah bentuk pengabdian tulus serta empati Polri kepada dinamika spiritual warga," tegas Kapolres Mabar tersebut.

Menjangkau Paroki ke Paroki

‎Ribuan umat Katolik dari Keuskupan Labuan Bajo tampak tumpah ruah dengan antusiasme tinggi mengiringi langkah perarakan yang melintasi jajaran paroki secara berurutan, antara lain.

‎Paroki St. Yosep Pekerja Lengko Cepang (Titik Awal), Paroki St. Yosep Reweng, Paroki Taman Kanak-Kanak Yesus Rangga, Paroki Sta. Familia Wae Nakeng, Paroki St. Stanislaus Orong, Paroki Tri Tunggal Maha Kudus Ranggu, Paroki Roh Kudus Yesus Golowelu, Paroki St. Kristoforus Waning, Paroki St. Fransiskus Asisi Tentang, Paroki St. Yosef Freinademetz Wajur, Paroki St. Nikolaus Pacar, Paroki St. Markus Pateng, Paroki St. Martinus Bari, Paroki St. Simon Petrus Compang, Paroki Hati Kudus Yesus Lando, Paroki St. Yohanes Bosco Gerak, Paroki Sta. Maria Fatima Wangkung, Paroki St. Mikhael Noa, Sta. Maria Penghibur Orang Berduka Cita Rekas, Paroki St. Klaus Werang, Paroki St. Mikhael Nunang, Paroki Sta. Theresia Liseux Longgo Dalong, Paroki Kerahiman Ilahi Sok Rutung, Paroki Sta. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok, Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi, Paroki St. Petrus Sernaru, Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo (Posisi Terkini).

Situasi Kondusif dan Citra Positif Polri

‎Hingga saat ini, seluruh pergerakan rombongan dari titik awal hingga Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo dilaporkan berjalan aman, lancar, tertib, dan terkendali. Arus lalu lintas di sepanjang jalan nasional maupun kabupaten yang dilalui rombongan tetap teratur tanpa kendala berarti.

‎Menutup keterangannya, Pria kelahiran Toraja ini menyampaikan harapan agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif ini tetap terjaga hingga seluruh puncak perhelatan Festival Golo Koe 2026 selesai.

‎"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah bekerja sama menjaga ketertiban. Suksesnya pengawalan ini menegaskan komitmen Polres Manggarai Barat dalam mengayomi masyarakat serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama di Bumi Komodo," pungkas AKBP Christian.**#