Amankan Malam Takbiran dan Sholat Id, Ratusan Personil Gabungan Siaga di Labuan Bajo
Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo- Gemuruh takbir yang akan bersahut-sahutan di langit Labuan Bajo pada 21 Maret 2026 mendatang dipastikan akan berlangsung dalam suasana damai.
Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat telah mematangkan strategi pengamanan berlapis namun tetap santun untuk mengawal perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di salah satu destinasi pariwisata super prioritas Indonesia ini.
Melalui sandi Operasi Ketupat Turangga 2026, aparat gabungan tidak hanya sekadar berjaga, namun mengedepankan pendekatan kemanusiaan di titik-titik vital kota. Fokus utama dimulai dari malam takbiran hingga puncak Sholat Idul Fitri yang diprediksi akan menyedot ribuan jamaah dan wisatawan.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa kesiapan personel sudah mencapai titik maksimal. Strategi ini merupakan kelanjutan dari pengamanan yang telah dilakukan sejak awal Ramadhan.
"Kita akan mengamankan kegiatan malam takbiran, salat Id, halalbihalal masyarakat dan mudik Lebaran. Untuk salat tarawih kita sudah lakukan pengamanan sejak awal dimulainya ibadah puasa," ujar AKBP Christian Kadang dalam keterangannya, Jumat siang (20/03/2026).
*Sinergi Lintas Sektoral: Ratusan Personel Siaga*
Kekuatan pengamanan tahun ini mencerminkan kolaborasi solid antar-instansi. Polres Manggarai Barat mengerahkan 100 personel inti, yang diperkuat oleh barisan TNI dari Kodim 1630/Mabar (25 personel), Lanal Labuan Bajo (25 personel), dan Pos TNI AU (4 personel). Ketangguhan operasi ini juga didukung oleh 30 personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT.
Dukungan pemerintah daerah pun tak kalah besar. Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat, Basarnas, KSOP, hingga Pelindo mengerahkan puluhan personel untuk memastikan sektor transportasi dan ketertiban umum terjaga selama masa operasi yang berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026.
AKBP Christian menekankan bahwa wajah kepolisian di lapangan tahun ini adalah wajah pelayanan.
"Kami berkomitmen memberikan rasa aman dengan cara-cara yang santun dan humanis. Kehadiran personel di lapangan bukan hanya untuk pengawasan, tetapi untuk melayani masyarakat agar sukacita Lebaran dapat dirasakan oleh semua pihak tanpa rasa was-was," tegasnya.
*Empat Titik Utama Sholat Id dan Sabuk Pengamanan*
Berdasarkan pemetaan dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI), konsentrasi massa di Labuan Bajo akan terpusat di empat lokasi ikonik yakni Waterfront Labuan Bajo (Area terbuka dengan pemandangan laut), Masjid Nurul Fallah Wae Mata, Masjid Nurul Hudah Gorontalo dan Masjid Nurul Iman Sernaru.
Keempat lokasi tersebut akan menjadi prioritas pengaturan alur lalu lintas dan keamanan jamaah.
"Lokasi-lokasi ini akan mendapatkan pengawalan ekstra guna memastikan alur kedatangan dan kepulangan jamaah berjalan tertib," kata alumnus Akpol angkatan 2006 tersebut.
Selain pengamanan di tempat ibadah, petugas juga mendirikan tiga Pos Terpadu di gerbang utama kota, yakni di Pelabuhan Marina, Bandara Internasional Komodo, dan Pelabuhan Multipurpose. Sebuah Pos Pelayanan khusus juga disiagakan di Kampung Ujung untuk bantuan medis dan informasi cepat.
"Pos tersebut dibangun untuk menjamin keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan selama perayaan Idul Fitri 1447 H. Pos-pos ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, layanan kesehatan, tempat istirahat, serta pusat respons cepat (quick response) atas gangguan keamanan," jelasnya.
*Menjangkau Pelosok Kabupaten*
Meski hiruk-pikuk terpusat di Labuan Bajo, Polres Mabar tidak melupakan wilayah pelosok. Data menunjukkan terdapat ratusan masjid di seluruh Kabupaten Manggarai Barat, dengan populasi masjid terbanyak berada di Kecamatan Boleng dan Sano Nggoang (masing-masing 24 masjid), diikuti Mbeliling (21) dan Lembor (19).
Polisi memastikan patroli tetap menyentuh wilayah yang tidak menyelenggarakan Sholat Id secara massal, seperti Kuwus, Ndoso, dan Pacar, demi menjaga kondusivitas menyeluruh.
"Koordinasi terus kami lakukan hingga tingkat kecamatan. Meskipun beberapa kecamatan tidak menyelenggarakan Sholat Id secara massal di masjid, patroli keamanan tetap dilakukan secara merata demi menjaga kondusivitas wilayah," tutur Kapolres Mabar.
Menutup keterangannya, AKBP Christian Kadang berharap harmoni yang tercipta antara petugas, stakeholder, dan masyarakat dapat menjadi kado indah di hari kemenangan.
"Kita mengharapkan pelaksanaan Idul Fitri tahun ini bisa berjalan dengan hikmat. Kepolisian dan seluruh stakeholder yang ada akan bersama-sama memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," pungkasnya.
Dengan sinergi yang kokoh ini, Labuan Bajo tak hanya bersiap merayakan kemenangan agama, tetapi juga memperlihatkan pada dunia bahwa toleransi dan keamanan adalah fondasi utama pariwisata mereka.**#
Humas Polres Manggarai Barat

