Wujud Kepedulian Ekologis, Polres Manggarai Barat Kawal Prosesi Jalan Salib Menggunakan Kendaraan Listrik

Wujud Kepedulian Ekologis, Polres Manggarai Barat Kawal Prosesi Jalan Salib Menggunakan Kendaraan Listrik

Tribratanewsmanggaraibarat.com-​Labuan Bajo - Suasana khidmat menyelimuti Labuan Bajo saat ratusan umat Katolik mengikuti prosesi Jalan Salib (Tablo) dalam rangka memperingati rangkaian Paskah. Namun, ada yang berbeda dalam pengamanan kali ini.

Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Polda Nusa Tenggara Timur mengerahkan armada kendaraan listrik untuk mengawal jalannya prosesi di pusat destinasi pariwisata super prioritas tersebut.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata Polri terhadap tema "Kepedulian Ekologis" yang sedang digaungkan oleh Keuskupan Labuan Bajo. Dalam pengamanan tersebut, Polres Manggarai Barat menerjunkan unit operasional ramah lingkungan yang terdiri dari satu unit mobil patwal listrik, satu unit sepeda motor listrik, serta dua unit skuter listrik.

Kendaraan-kendaraan modern ini merupakan armada harian yang dioperasikan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dan Satuan Pengamanan Objek Vital (Satpamobvit) Polres Manggarai Barat.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa pemilihan kendaraan listrik dalam prosesi keagamaan ini bukan sekadar formalitas pengamanan, melainkan simbol sinergi antara kepolisian dan nilai-nilai lokal yang sedang diperjuangkan pihak gereja.

"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam momen suci ini, selaras dengan semangat menjaga alam. Penggunaan kendaraan listrik ini adalah wujud dukungan kami terhadap tema ekologis yang diangkat oleh Keuskupan Labuan Bajo," ujar AKBP Christian Kadang saat ditemui di sela-sela kegiatan, Jumat (3/4/2026).

Ia menambahkan bahwa karakteristik kendaraan listrik yang senyap dan bebas emisi sangat cocok digunakan dalam pengawalan prosesi ibadah.

"Selain ramah lingkungan, kendaraan ini tidak mengeluarkan suara bising sehingga tidak mengganggu kekhusyukan umat yang sedang merenungkan jalan penderitaan Yesus Kristus. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan pengamanan yang humanis dan berkelanjutan," lanjutnya.

Senada dengan semangat tersebut, pihak Keuskupan Labuan Bajo menyambut baik inisiatif ini. Penggunaan moda transportasi berbasis baterai ini dinilai menjadi pesan kuat bagi masyarakat dan wisatawan di Labuan Bajo tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem di ujung barat Pulau Flores tersebut.

Dengan pengawalan yang presisi dan bebas polusi, prosesi Tablo berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh kedamaian, sekaligus menjadi preseden baru bagi pengamanan kegiatan publik yang berwawasan lingkungan di Nusa Tenggara Timur.**#