Gelar "Minggu Kasih" di Nggorang, Polres Mabar Rangkul Warga dan Salurkan Bantuan Pasca-Gempa

Gelar
Gelar
Gelar
Gelar
Gelar

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Garis-garis trauma akibat guncangan gempa bumi yang sempat melanda wilayah Nusa Tenggara Timur belum sepenuhnya pudar dari ingatan warga. Di tengah proses pemulihan tersebut, Polres Manggarai Barat hadir mengusung kehangatan dan kepedulian melalui program "Minggu Kasih" di Pos Pelayanan Anugerah Nggorang, Gereja GMIT Gunung Zalmon, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (08/11/2026) pagi.

‎Sekitar pukul 09.00 WITA, puluhan personel Polres Manggarai Barat tiba di lokasi. Kehadiran para polisi ini tidak sekadar untuk menjalankan tugas pengamanan rutin, melainkan melebur bersama jemaat dalam balutan ibadah berbarengan dengan aksi kemanusiaan.

‎Kegiatan ini berlandaskan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 (perubahan ketiga atas UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri) serta pelaksanaan Program Quick Wins Kapolri. Melalui wadah ini, kepolisian berupaya mempererat sinergitas dengan masyarakat sekaligus mengulurkan bantuan bagi warga yang terdampak bencana.

Alunan Pujian dan Ruang Dialog Humanis

‎Suasana ibadah Minggu berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Momen hangat tercipta ketika personel kepolisian berdiri sejajar bersama jemaat di depan mimbar untuk mempersembahkan lagu pujian, memecah sekat formalitas antara aparat penegak hukum dan warga.

‎Seusai ibadah, ruang dialog dibuka secara inklusif. Koordinator kegiatan, IPTU Abnel Tamonob, S.H., CMTr. menyampaikan imbauan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dengan pendekatan yang lugas dan humanis.

‎"Kami hadir di sini bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Manggarai Barat. Duka akibat musibah gempa adalah duka kita bersama. Melalui Minggu Kasih ini, kami ingin memastikan Bapak, Ibu, dan saudara-saudara sekalian tidak berjalan sendirian dalam memulihkan keadaan," ujar IPTU Abnel di hadapan jemaat.

‎Selain mengimbau masyarakat untuk terus mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan merawat toleransi antar umat beragama, kepolisian membuka sesi tanya jawab langsung. Sesi ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi terkait Kamtibmas hingga langkah kesiapsiagaan pasca-bencana.

Ringankan Beban 43 Kepala Keluarga Terdampak Gempa

‎Sebagai bentuk kepedulian nyata, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket bahan pokok (sembako). Bantuan disalurkan secara simbolis kepada 43 Kepala Keluarga (KK) jemaat serta warga sekitar yang rumah dan perekonomiannya terdampak langsung oleh gempa.

‎Raut haru terpancar dari wajah para penerima manfaat saat menerima bantuan pokok tersebut.

‎Perwakilan Majelis Jemaat Pos Pelayanan Anugerah Nggorang, Gereja GMIT Gunung Zalmon, Diaken Sri Banon, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepekaan sosial yang ditunjukkan oleh jajaran Polres Manggarai Barat.

‎"Bantuan sembako ini sangat berarti bagi jemaat kami yang sedang berjuang bangkit pasca-gempa. Namun lebih dari itu, kehadiran Bapak-Bapak Polisi yang ikut beribadah dan mendengarkan keluh kesah kami secara langsung memberikan penguatan moral yang luar biasa. Kami merasa dilindungi dan dipedulikan," kata Diaken Sri Banon dengan nada haru.

Perkuat Public Trust Lewat Kepedulian Berkelanjutan

‎Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Tidak ada jarak antara jemaat, pengurus gereja, dan aparat—semuanya menyatu dalam perbincangan akrab.

‎Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan Minggu Kasih di Pos Pelayanan Nggorang tidak hanya berhasil menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, tetapi juga efektif memperkuat kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi kepolisian.

‎Menanggapi keberhasilan kegiatan ini, pihak Polres Manggarai Barat menegaskan komitmennya untuk terus menggemakan aksi sosial serupa di titik-titik lain.

‎"Program Minggu Kasih dan bakti sosial seperti ini akan terus kami intensifkan di berbagai tempat ibadah dan komunitas warga di wilayah hukum Polres Manggarai Barat. Kami ingin menghadirkan Polri yang responsif, empati, dan selalu ada di tengah masyarakat dalam situasi apa pun," pungkas IPTU Abnel.

‎Hingga seluruh rangkaian kegiatan usai, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, meninggalkan semangat optimisme baru bagi warga terdampak di Labuan Bajo.**#