Polisi dan Petani Golo Mori Bahu-Membahu Kawal Ketahanan Pangan di Tengah Tantangan Iklim
Tribratanewsmanggaraibarat.com – Labuan Bajo, Komitmen terhadap penguatan ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Manggarai Barat. Pada Minggu (22/03/2026) pagi, personel kepolisian turun langsung ke ladang untuk melaksanakan panen jagung bersama masyarakat di ujung barat Pulau Flores.
Kegiatan yang berlangsung di Kampung Leseng, Dusun Look, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo ini melibatkan rombongan Polsek Komodo dan Bag SDM Polres Manggarai Barat. Mereka bergabung dengan Kelompok Tani Leseng Dua dalam sebuah aksi nyata sinergi antara aparat keamanan dan sektor pertanian.
Sinergi di Ladang Hibrida
Tepat pukul 10.15 Wita, Kapolsek Komodo AKP Eka Dharma Yudha memimpin personelnya memasuki lahan seluas 3 hektar (30.000 meter persegi) yang menguning dengan tanaman jagung hibrida jenis NK Sakti. Di sana, mereka disambut oleh Ketua Kelompok Tani Leseng Dua, Muhamad Bahudin, bersama 15 anggotanya.
"Kehadiran kami di sini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk dukungan moral dan fisik kepada para pejuang pangan kita. Kami ingin memastikan bahwa program swasembada pangan mendapat pengawalan yang maksimal hingga ke tingkat desa," ujar AKP Eka Dharma Yudha di sela-sela aktivitas panen.
Menghadapi Anomali Cuaca dan Hama
Meski semangat para petani tetap membara, panen musim ini membawa catatan tersendiri. Berdasarkan data lapangan, produktivitas lahan mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Total hasil panen kali ini diperkirakan mencapai 17,74 ton, angka yang terpaut jauh dari pencapaian tahun lalu yang mampu menyentuh 25 ton di luasan lahan yang sama.
Muhamad Bahudin mengakui bahwa alam sedang memberikan tantangan besar bagi para petani di Desa Golo Mori.
"Tahun ini tantangannya cukup berat bagi kami. Intensitas curah hujan yang tidak stabil sangat memengaruhi pertumbuhan bulir jagung. Belum lagi gangguan hama tikus dan monyet yang cukup masif musim ini," ungkap Bahudin dengan nada getir namun tetap tegar.
Meski demikian, Bahudin merasa terbantu dengan kehadiran pihak kepolisian yang terus memberikan pendampingan.
"Kami tetap bersyukur. Pendampingan dari pihak Kepolisian memberikan kami rasa aman dan motivasi tambahan untuk tidak menyerah pada keadaan," tambahnya.
Harapan pada Stabilitas Harga
Merespons penurunan hasil tersebut, Kapolsek Komodo AKP Eka Dharma Yudha menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak hanya diukur dari tonase hasil panen, tetapi juga dari ekosistem pasca-panen.
"Kami sangat mengapresiasi dedikasi Kelompok Tani Leseng Dua yang sudah konsisten selama dua tahun ini. Kami berharap pola kerja keras seperti ini dapat dipertahankan dan ditularkan kepada kelompok tani lainnya di wilayah Golo Mori," tegas AKP Eka.
Lebih lanjut, ia menyoroti aspek krusial lainnya yaitu rantai distribusi. Menurutnya, kepolisian juga akan memantau agar distribusi hasil tani berjalan lancar tanpa hambatan spekulan.
"Keberhasilan program swasembada bukan hanya soal hasil panen di ladang, tapi juga bagaimana distribusi dan harga di pasar tetap stabil. Hal ini krusial agar petani tidak merugi saat hasil panen turun seperti sekarang. Kesejahteraan petani adalah kunci ketahanan pangan yang berkelanjutan," tutupnya.
Kegiatan panen bersama ini berakhir pada pukul 12.00 Wita. Langkah nyata Polres Manggarai Barat ini diharapkan menjadi pemantik bagi sektor pertanian di wilayah penyangga destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo untuk terus berkembang, meski harus berhadapan dengan tantangan iklim dan dinamika alam.**#
Humas Polres Manggarai Barat

