Momentum Hari Sumpah Pemuda, Polisi Berikan Beasiswa Pendidikan Kepada Anak Yatim

Momentum Hari Sumpah Pemuda, Polisi Berikan Beasiswa Pendidikan Kepada Anak Yatim

Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Di tengah kesibukan menjaga kemananan masyarakat dari gangguan kamtibmas, Kapolsek Kuwus didampingi anggota dan Bhayangkari menyempatkan waktu menggelar kegiatan bakti sosial.

Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda ke 95 ini, mereka menyerahkan baju seragam sekolah, buku dan pulpen serta beasiswa pendidikan dalam bentuk buku tabungan sebesar Rp 2 juta kepada seorang anak yatim, Geraldino Mayela Falconteri (15) di Kampung Rejing, Desa Compang Kules, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Sabtu (28/10/2023) kemarin.

"Berbagi tidak perlu menunggu jadi orang kaya, berpangkat tinggi, punya ini itu atau besar kecilnya penghasilan yang diterima. Tetapi, seberapa luas hati kita untuk mau saling berbagi. Luasnya hati tersebut akan membuka mata dan jiwa kita terhadap kesulitan orang lain," kata Kapolres Mabar, AKBP Ari Satmoko, S.H., S.I.K., M.M. melalui Kapolsek Kuwus, IPDA Arsilinus Lentar saat dikonfirmasi pada Minggu (29/10/2023) malam.

Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan positif semacam ini diharapkan dapat meningkatkan citra Polri di mata masyarakat.

"Kegiatan bakti sosial ini, rutin kami lakukan setiap bulan dengan sasaran masyarakat yang berbeda-beda. Ini adalah salah satu cara kami untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sehingga Polri semakin dicintai," ungkap Kapolsek Kuwus.

Kisah ini bermula ketika Kapolsek Kuwus, IPDA Arsilinus Lentar mengikuti kegiatan pembagian dana bantuan langsung tunai (BLT) di Desa Compang Kules. Saat kegiatan berlangsung, dari sekian banyak orang yang menerima bantuan tersebut ada seorang siswa yang menggunakan seragam sekolah juga hadir ditengah-tengah para penerima dana BLT yang kebanyakan orang tua.

Kemudian munculah pertanyaan dari Kapolsek Kuwus kepada Kepala Desa setempat perihal keberadaan siswa tersebut. Ternyata siswa tersebut datang untuk mewakili kedua orang tuanya untuk menerima dana BLT dari desa setempat.

Dijelaskannya, Geraldino Mayela Falconteri (15) yang saat ini tinggal bersama Pamannya sebab Bapaknya sudah meninggal dunia pada tahun 2020 lalu akibat Covid-19 dan Ibunya sudah pergi merantau untuk menafkahi keluarga mereka. 

"Mendengar cerita dari Pak Kades, saya langsung tersentuh untuk membantu anak ini, apalagi melihat kondisi kehidupan yang harus dijalani oleh anak seusianya untuk bisa bersekolah tanpa kedua orang tua disampingnya," jelas Perwira berpangkat inspektur polisi itu.

"Saya pun berinisiatif menggalang dana agar bisa membantu pendidikan anak yatim tersebut sehingga terkumpulah uang sebesar Rp 2 juta langsung membuka rekening atas nama Geral," tambahnya.

Perwira Polisi itu mengungkapkan, dana yang digunakan untuk membantu anak yatim tersebut dikumpulkan secara kolektif dan sukarela oleh seluruh anggota Polsek Kuwus maupun sumbangan dari masyarakat. 

Lanjut dia, tidak ada paksaan bagi anggota Polsek Kuwus maupun masyarakat terkait jumlah dana yang ingin disumbangkan. 

"Apa yang diberikan harus didasari dengan rasa tulus ikhlas. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan meringankan beban mereka untuk biaya sekolah. Menyisihkan sebagian rejeki untuk orang yang membutuhkan, tidak akan membuat kita jatuh miskin," ujarnya.

Apa yang dilakukan jajaran Polsek Kuwus Polres Manggarai Barat layak diapresiasi, dan dijadikan contoh bersama.

"Mari saling berbagi dan saling membantu antar sesama tanpa memandang siapa mereka dan darimana asalnya. Sebagai makhluk sosial, kita wajib saling membantu," ajak IPDA Arsilinus Lentar.

Selain itu, sebagai bentuk solidaritas terhadap anak yatim tersebut, Kapolsek Kuwus membuka rekening donasi.

Open donasi melalui rekening Bank NTT dengan nomor rekening : 2507521862 atas nama Geraldino Mayela Falconteri.