Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Mabar Terdampak Gempa dan Pastikan Pemulihan Warga
Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., meninjau langsung kondisi Rumah Susun (Rusun) Asrama Polres Manggarai Barat yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi di Pulau Flores pada Kamis (27/8/2026).
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Kapolda NTT didampingi langsung oleh Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H. dan Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., serta PJU Polda NTT untuk melihat dari dekat kondisi hunian para personel kepolisian yang retak hingga lantai tiga, sekaligus menyalurkan bantuan khusus dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah personel Polres Manggarai Barat bersama keluarga terpaksa mendirikan tenda pengungsian di halaman depan rusun karena khawatir akan potensi bahaya akibat struktur bangunan yang retak.
"Saya hadir untuk mengecek langsung kondisi rusun anggota Polres Manggarai Barat sesuai arahan Bapak Kapolri. Anggota Polri di lapangan bertugas membantu dan menolong warga masyarakat korban bencana, namun di sisi lain mereka dan keluarganya sendiri juga menjadi korban dan harus mengungsi di depan rusun," ujar Irjen Pol. Rudi Darmoko di halaman Rusun Polres Manggarai Barat, Kamis (27/8/2026).
Pendataan Fasilitas Mako dan Asrama yang Rusak
Kapolda NTT menjelaskan, instansinya tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap fasilitas kepolisian yang terdampak bencana di tujuh kabupaten se-Pulau Flores. Pendataan ini dilakukan agar proses perbaikan dapat segera direalisasikan sesuai skala prioritas.
Dari data sementara Polda NTT, kerusakan fasilitas kepolisian di Pulau Flores mencakup Polsek: 9 unit (8 rusak ringan, 1 rusak berat). Polsubsektor/Pospol: 4 unit (3 rusak ringan, 1 rusak berat). Asrama dan Rusun Polri: 54 unit (42 unit rusak ringan, 12 unit rusak berat)
"Sesuai perintah Bapak Kapolri, minggu ini seluruh kerusakan rumah anggota, kantor polsek, maupun pospol harus sudah terdata. Bangunan yang masuk kriteria rusak ringan akan menjadi prioritas utama perbaikan minggu ini, sedangkan untuk yang rusak berat akan kami usulkan ke Mabes Polri untuk penanganan lebih lanjut," tegas Kapolda NTT.
Ia juga menyukai rasa syukur karena hingga saat ini tidak ada laporan anggota Polri yang mengalami luka-luka maupun menjadi korban jiwa akibat musibah gempa tersebut.
"Hingga kini, tidak ada anggota Polri yang dilaporkan terluka atau meninggal dunia akibat gempa Flores," tuturnya.
Tim Trauma Healing dan Tenaga Medis Diterjunkan
Untuk memulihkan kondisi psikologis warga dan keluarga anggota terdampak, Polda NTT menerjunkan 63 konselor trauma healing yang ditempatkan di pusat-pusat pengungsian di tujuh kabupaten. Tim ini merupakan gabungan dari Biro Psikologi SSDM Mabes Polri, Polda NTT, serta jajaran Polda BKO.
"Pendampingan psikologis ini kami fokuskan baik untuk orang dewasa maupun anak-anak guna merilis emosi negatif, ketakutan, dan trauma pascabencana. Kami ingin warga dapat segera menetralisir rasa takut dan kembali menjalani kehidupan secara normal," kata Irjen Pol. Rudi Darmoko.
Selain penanganan psikologis, tim medis gabungan dari Pusdokkes Mabes Polri, Biddokkes Polda NTT, dan Dinas Kesehatan setempat telah siaga di posko-posko kesehatan untuk memberikan layanan medis bagi para pengungsi.
Distribusi Logistik Menjangkau Wilayah Terisolir dan Pulau Luar
Memasuki hari ke-12 pascagempa, Kapolda NTT memastikan proses pendistribusian bantuan logistik berjalan secara masif, termasuk menjangkau kawasan terisolir dan pulau-pulau luar seperti Pulau Palue di Kabupaten Sikka.
Pendistribusian bantuan dilakukan melalui jalur darat, laut dengan kapal patroli Ditpolairud Polda NTT, hingga jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat Polri untuk menembus wilayah yang terputus jalur daratnya.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, keselamatan korban adalah yang utama dan negara harus hadir di tengah rakyat. Kami sudah mendistribusikan bantuan Presiden sejak hari kedua, dan kemarin kami kembali menyalurkan 15 ton logistik berupa makanan, minuman, obat-obatan, serta pakaian ke Pulau Palue," terangnya.
Kapolda NTT juga mengimbau masyarakat untuk segera memberikan informasi jika masih terdapat wilayah pengungsian yang belum tersentuh bantuan logistik.
"Segera laporkan kepada kami jika ada lokasi terdampak yang belum menerima bantuan hingga saat ini," ucapnya.
Patroli Rumah Kosong dan Kerja Bakti Pembersihan Puing
Guna memastikan keamanan lingkungan pengungsian dan pemukiman warga yang ditinggalkan, Kapolda NTT telah memerintahkan seluruh Kapolres jajaran untuk meningkatkan patroli pengamanan dan dialogis.
Selain menjaga keamanan dari potensi tindak kejahatan, personel Polri di lapangan juga dikerahkan untuk membantu warga melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing sisa bangunan yang rusak.
"Fokus utama saya 24 jam ke depan adalah memonitor titik-titik pengungsian, memastikan seluruh distribusi bantuan tepat sasaran, serta memastikan penanganan anggota Polri dan masyarakat berjalan beriringan. Kami ingin memastikan kondisi Kamtibmas tetap aman dan kondusif," pungkas Kapolda NTT.**#
Humas Polres Manggarai Barat

