Jaga Kesiapan Fisik dan Mental, 190 Personel Polisi Jalani Pemeriksaan Kesehatan Berkala di Labuan Bajo

Jaga Kesiapan Fisik dan Mental, 190 Personel Polisi Jalani Pemeriksaan Kesehatan Berkala di Labuan Bajo
Jaga Kesiapan Fisik dan Mental, 190 Personel Polisi Jalani Pemeriksaan Kesehatan Berkala di Labuan Bajo
Jaga Kesiapan Fisik dan Mental, 190 Personel Polisi Jalani Pemeriksaan Kesehatan Berkala di Labuan Bajo
Jaga Kesiapan Fisik dan Mental, 190 Personel Polisi Jalani Pemeriksaan Kesehatan Berkala di Labuan Bajo
Jaga Kesiapan Fisik dan Mental, 190 Personel Polisi Jalani Pemeriksaan Kesehatan Berkala di Labuan Bajo

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Menjadi garda terdepan dalam mengamankan Labuan Bajo, satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Indonesia menuntut kesiapan fisik dan mental yang tidak main-main dari aparat kepolisian.

Guna memastikan seluruh personelnya tetap berada dalam kondisi puncak (peak performance), Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat menggelar Pemeriksaan Kesehatan Berkala (Rikkesla) Tahun Anggaran 2026.

‎Agenda medis yang berlangsung di Aula Polres Manggarai Barat pada Selasa (19/5/2026) sejak pukul 06.30 hingga 14.00 Wita ini diserbu oleh ratusan personel yang antusias.

Melebihi Target Kuota

Tingginya kesadaran personel akan pentingnya kesehatan membuat realisasi kepesertaan Rikkesla kali ini melonjak tajam melampaui target awal. Berdasarkan Surat Telegram (TR) dinas, kuota yang dialokasikan semula hanya menyasar 160 personel yang terdiri dari 150 anggota Polres dan 10 anggota Brimob.

Namun pada pelaksanaannya, jumlah tersebut membengkak hingga mencapai 190 personel. Rincian akhirnya mencakup 149 personel Polres Manggarai Barat dan 41 personel dari Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTT yang ikut ambil bagian.

Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Kasi Dokkes) Polres Manggarai Barat, dr. Gde Yoga Ari S., M.A.R.S., menegaskan bahwa deteksi dini ini adalah fondasi utama dari kualitas pelayanan publik yang optimal di kawasan pariwisata premium.

‎"Agenda pengamanan di wilayah hukum Polres Manggarai Barat saat ini sangat padat, apalagi Labuan Bajo adalah wajah pariwisata super prioritas Indonesia di mata dunia. Karena itu, Rikkesla ini menjadi sangat vital," ujar dr. Gde Yoga dalam keterangannya, Selasa malam.

‎Ia menambahkan, deteksi dini merupakan kunci utama untuk mengantisipasi penurunan performa anggota di lapangan.

‎"Kami wajib memastikan seluruh anggota, tanpa terkecuali, berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan di Labuan Bajo bisa berjalan maksimal, aman, dan tanpa hambatan sedikit pun," tegasnya.

Dari Jantung hingga Kesehatan Jiwa

‎Untuk mendapatkan profil kesehatan yang akurat dan komprehensif, tim medis menerapkan rangkaian pemeriksaan multi-tahap yang sangat ketat. Seluruh personel diwajibkan melewati berbagai pos pemeriksaan spesifik.

Pemeriksaan dimulai dari registrasi, pengambilan sampel darah dan urine untuk uji laboratorium, pemeriksaan kesehatan gigi (odontogram), pemeriksaan mata hingga pemeriksaan fisik dan THT. Tidak hanya itu, fungsi jantung para personel dipantau lewat tes elektrokardiogram (EKG), kondisi paru-paru dideteksi melalui rontgen dada (thorax), serta kesehatan mental mereka dipetakan secara ilmiah menggunakan alat uji Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI).

"Secara umum, mayoritas dari 190 personel berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pemeriksaan dengan lengkap," jelas dr. Gde Yoga.

‎Kendati demikian, ia mengakui adanya dinamika operasional di lapangan yang membuat beberapa personel harus menunda sebagian tes.

"Hanya ada sedikit penundaan di pos EKG yang diikuti 188 personel dan rontgen thorax yang diikuti 189 personel. Hal ini wajar, karena ada beberapa anggota yang harus mendahulukan tugas kepolisian yang sifatnya mendesak di lapangan. Setelah tugas selesai, mereka langsung menyusul," terangnya.

Pengaruh Besar pada Karier Polisi

Selain sebagai langkah preventif klinis, hasil Rikkesla ini ternyata memegang peranan krusial bagi masa depan karier para anggota Korps Bhayangkara tersebut.

"Hasil diagnosis laboratorium lengkap dan rekomendasi medis ini nantinya akan diserahkan langsung kepada pimpinan. Ini akan menjadi rapor kesehatan yang menentukan kelayakan tugas fisik serta arah pembinaan karier personel ke depan," urai dr. Gde Yoga.

‎Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hasil Rikkesla otomatis terintegrasi ke dalam sistem penilaian internal kepolisian.

‎"Pemeriksaan ini tidak boleh dianggap remeh. Hasilnya akan langsung diinput ke dalam penilaian 13 Komponen Polri. Rapor inilah yang menjadi salah satu syarat mutlak bagi anggota yang ingin mengusulkan kenaikan pangkat, mengikuti seleksi pendidikan lanjutan, maupun pengembangan karier di tingkat satuan kewilayahan," tambahnya.

‎Kelancaran Rikkesla kali ini tidak lepas dari kolaborasi solid antarlini medis profesional. Proses pemeriksaan didukung penuh oleh dr. Sali Cundawan selaku dokter mitra, serta Tim Laboratorium ASA yang dipimpin oleh Yeni Wadu Era, S.Kep., Ns., bersama puluhan tenaga kesehatan terampil lainnya.

Apresiasi tinggi pun datang dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Brigpol Asri Dyani Boimanu, A.Md.Gz., yang bertindak sebagai tim pengawas dan pendamping dari Polda NTT, memuji jalannya kegiatan yang tertib.

"Sinergi yang ditunjukkan hari ini luar biasa solid. Kerja sama antara Sie Dokkes Polres Manggarai Barat, Biddokkes Polda NTT, serta seluruh mitra medis berjalan sangat rapi. Kami sangat mengapresiasi kedisiplinan dan kesadaran tinggi dari para anggota yang dengan saksama mengikuti setiap tahapan pemeriksaan," tutur Brigpol Asri.

‎Hingga kegiatan resmi ditutup, seluruh rangkaian Rikkesla T.A. 2026 di Polres Manggarai Barat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, menandai kesiapan penuh aparat dalam menjaga keamanan Labuan Bajo.**#