Harmoni di Balik Seragam: Kala Personel Polres Mabar Larut dalam Kidung Liturgi di Gereja MBSB
Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo – Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur Labuan Bajo, Minggu (1/3/2026). Namun, suasana di dalam Gereja Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) sudah dipenuhi kekhidmatan yang tak biasa.
Di antara jajaran umat yang hadir, tampak pemandangan yang menyejukkan mata: deretan personel Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat berdiri bahu-membahu dengan warga sipil, bukan untuk baris-berbaris, melainkan untuk memuji Tuhan.
Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pater Hironimus Aron, SVD pagi itu menjadi panggung kolaborasi seni suara yang unik. Paduan suara gabungan yang melibatkan personel Polres Mabar beragama Katolik, kelompok legendaris Sta. Caecilia Labuan Bajo, serta Angel's Choir, sukses menggetarkan seisi gereja dengan harmoni suara mereka yang megah.
Misa yang berlangsung dari pukul 06.00 hingga 07.30 Wita tersebut menyuguhkan 9 lagu liturgi. Setiap nada yang keluar seolah membawa pesan bahwa di balik seragam cokelat yang tegas, terdapat jiwa-jiwa yang lembut dan taat pada iman.
*Gebrakan Moral untuk Generasi Muda*
Keterlibatan aktif aparat kepolisian dalam paduan suara ini bukan sekadar pemanis perayaan. Bagi para anggota senior Sta. Caecilia, ini adalah simbol pembinaan karakter yang nyata bagi generasi muda di Labuan Bajo.
"Sangat luar biasa, ini suatu gebrakan agar anak-anak muda di luar jam kantor bisa sibuk dengan kegiatan positif sehingga terhindar dari hal-hal yang negatif," ujar Ibu Marta Nggewi, salah satu perwakilan senior dari Paduan Suara Sta. Caecilia dengan nada bangga.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini memberikan harapan baru bagi masa depan pelayanan gereja.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, ketika kami yang sudah tua ini sudah tidak mampu lagi, posisi kami akan segera digantikan oleh anak-anak muda yang penuh semangat dan disiplin seperti mereka ini," imbuhnya.
*Wujud Nyata Polri yang Humanis*
Kehadiran polisi di "panggung" altar ini menegaskan sisi humanis Korps Bhayangkara di ujung barat Pulau Flores tersebut. Hal ini sejalan dengan visi Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam urusan hukum, tetapi juga dalam denyut nadi kehidupan sosial-keagamaan.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., yang turut memberikan dukungan penuh, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan institusi Polri dengan hati masyarakat.
"Kami ingin menunjukkan bahwa polisi adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Melalui pujian dan lagu liturgi ini, kami merajut sinergitas yang lebih dalam, tidak hanya secara profesional tetapi juga spiritual. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada Tuhan sekaligus kepada sesama," tegas AKBP Christian Kadang dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Kapolres Mabar menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi benteng moral bagi para anggotanya.
"Disiplin di lapangan harus dibarengi dengan ketajaman nurani. Dengan terlibat dalam kegiatan keagamaan seperti ini, personel kami diingatkan untuk selalu melayani dengan hati yang tulus," ungkapnya.
*Menjaga Harmoni di Tengah Tantangan Zaman*
Kolaborasi antara Polres Mabar, Sta. Caecilia, dan Angel's Choir ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks bagi anak muda, aktivitas produktif seperti seni suara liturgi menjadi wadah efektif untuk mempererat persaudaraan lintas sektoral.
Kolaborasi yang apik ini tidak lahir secara instan. Di balik merdunya suara, ada tangan dingin Fr. Firman, SVD dan AIPDA Yoris Kedhi yang telaten melatih para personel Polres Mabar. Sinergi ini pun direncanakan tidak hanya berhenti pada satu kali penampilan.
"Kedepannya, kami akan terus mengagendakan penampilan lagu-lagu liturgi di sejumlah paroki dan stasi yang berada di wilayah Keuskupan Labuan Bajo," ujar Kapolres Mabar.
Harmoni yang tercipta pagi itu di Gereja MBSB bukan sekadar tentang ketepatan nada atau merdunya suara. Ia adalah tentang keruntuhan sekat antara aparat dan rakyat, yang disatukan oleh satu keyakinan dan satu kidung pujian.
Labuan Bajo tidak hanya bersolek dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan indahnya toleransi dan sinergitas yang terpancar dari rumah ibadah.**#
Humas Polres Manggarai Barat

