Dekatkan Diri dengan Anak, Kapolsek Kuwus Gelar Program 'Polisi Mengajar' di SDK 2 Ranggu

Dekatkan Diri dengan Anak, Kapolsek Kuwus Gelar Program 'Polisi Mengajar' di SDK 2 Ranggu

Tribratanewsmanggaraibarat.com-​Labuan Bajo - Suasana di SDK 2 Ranggu, Kecamatan Kuwus Barat, Manggarai Barat, NTT, tampak berbeda pada Selasa (24/3/2026) pagi. Jika biasanya riuh rendah suara siswa hanya diisi oleh petuah para guru, kali ini sosok berseragam cokelat berdiri tegak di depan papan tulis.

Ia adalah Kapolsek Kuwus, IPTU Arsilinus Lentar, yang hadir bukan untuk melakukan penegakan hukum, melainkan untuk berbagi ilmu dalam program inovatif bertajuk "Polisi Mengajar".

Tepat pukul 10.00 Wita, kehadiran IPTU Arsilinus disambut hangat oleh Kepala Sekolah SDK 2 Ranggu, Rio Bintara, S.Pd. Tak ada kesan kaku atau takut; puluhan siswa justru tampak antusias menyambut sosok yang selama ini mereka lihat berpatroli di jalanan, kini hadir sebagai mentor di kelas mereka.

*Menanamkan Nasionalisme dan Etika Sejak Dini*

Dalam sesi mengajar yang interaktif, IPTU Arsilinus memberikan materi komprehensif yang mencakup penguatan nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, hingga sejarah lokal Manggarai Barat. Tak hanya teori, ia juga menyisipkan edukasi praktis mengenai dasar-dasar berlalu lintas dan pengenalan rambu-rambu jalan.

Di sela-sela pemaparannya, IPTU Arsilinus berupaya meruntuhkan stigma "polisi menakutkan" yang terkadang masih melekat di benak anak-anak.

"Kami ingin adik-adik semua memahami bahwa Polisi adalah sahabat anak. Jangan takut dengan Polisi, karena tugas kami adalah mengayomi dan melindungi masyarakat, termasuk kalian semua," ujar IPTU Arsilinus dengan nada kebapakan di hadapan para siswa.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan karakter yang kuat. Menurutnya, adab adalah fondasi utama bagi generasi penerus bangsa.

"Prestasi itu penting, tapi menghormati guru, orang tua, dan mereka yang lebih tua adalah fondasi utama karakter seorang siswa. Tanpa etika, ilmu yang kalian miliki tidak akan memberikan manfaat maksimal," tegasnya.

*Kolaborasi dan Aksi Nyata untuk Pendidikan*

Program "Polisi Mengajar" ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri dan kementerian terkait, khususnya untuk menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih dalam aspek pembangunan karakter.

Sebagai bentuk kepedulian konkret, kegiatan ini tidak hanya diisi dengan narasi, tetapi juga aksi sosial. Kapolsek Kuwus menyerahkan paket alat tulis kepada 82 siswa-siswi SDK 2 Ranggu guna menunjang kelancaran proses belajar mereka.

"Guna menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar, kami turut menyalurkan bantuan berupa buku tulis dan alat tulis kepada para siswa. Kami berharap bantuan kecil ini bisa memicu semangat besar mereka untuk sekolah," sebut IPTU Arsilinus.

*Apresiasi dari Pihak Sekolah*

Langkah preventif dan edukatif dari Polsek Kuwus ini mendapat apresiasi mendalam dari pihak sekolah. Kepala SDK 2 Ranggu, Rio Bintara, S.Pd., menyatakan bahwa kehadiran kepolisian memberikan warna baru bagi psikologis siswa.

"Kami sangat berterima kasih kepada Polri, khususnya Polsek Kuwus. Kehadiran Bapak Kapolsek tidak hanya memberikan ilmu baru bagi anak-anak kami, tetapi juga bantuan alat tulis yang sangat bermanfaat. Ini adalah bentuk motivasi besar bagi siswa-siswi kami agar mereka berani bermimpi setinggi langit," tutur Rio dengan penuh haru.

Melalui program ini, Polri berharap hubungan emosional dengan masyarakat—terutama generasi muda di pelosok NTT—semakin erat dan harmonis, menciptakan fondasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang dimulai dari bangku sekolah.**#