Menjaga Gerbang Labuan Bajo: Polres Mabar Gelar Pasukan Operasi Ketupat Turangga 2026
Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Di bawah langit pagi Labuan Bajo yang cerah, deretan pasukan lintas sektoral berdiri tegak di lapangan apel Polres Manggarai Barat (Mabar), Kamis pagi (12/3/2026).
Hari ini menjadi tonggak dimulainya kesiapan total aparat keamanan dalam mengawal ritual mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat Ketupat Turangga 2026.
Dipimpin langsung oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., apel ini bukan sekadar seremonial. Di tengah eskalasi konflik global di Timur Tengah yang membayangi stabilitas ekonomi nasional, pengamanan Lebaran tahun ini menuntut kewaspadaan ganda.
Sinergi Tanpa Sekat
Di hadapan Kapolres Mabar, terlihat perpaduan seragam yang mencerminkan tanggung jawab kolektif. Mulai dari loreng TNI (Kodim 1630/Mabar dan Lanal Labuan Bajo), Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT, jajaran Polres Manggarai Barat, personel Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga tim oranye Basarnas.
"Keamanan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas bukan hanya soal angka kriminalitas, tapi soal menjaga kepercayaan dunia. Sinergitas ini adalah kunci," ungkap AKBP Christian Kadang saat ditemui usai memimpin apel.
Waspada Efek Domino Konflik Global
Ada poin krusial dalam amanat Kapolri yang dibacakan oleh Kapolres. Pengamanan Lebaran kali ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika geopolitik dunia. Konflik yang memanas antara Israel-Palestina serta ketegangan Iran-Amerika Serikat disebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan inflasi.
Dalam pidatonya, AKBP Christian menekankan agar aparat tidak lengah terhadap potensi gejolak di pasar domestik.
"Situasi global saat ini menunjukkan eskalasi yang meningkat. Dampaknya berimplikasi terhadap gejolak harga minyak yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, ketersediaan Bapokting (Bahan Pokok Penting) dan BBM di daerah harus kita pantau ketat agar tidak ada panic buying di masyarakat," tegas Kapolres Mabar.
Strategi Operasi: 13 Hari Krusial
Operasi Ketupat Turangga 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Khusus di wilayah Manggarai Barat, 40 personel inti disiagakan untuk mengisi pos-pos strategis, mulai dari pelabuhan, bandara, hingga titik-titik keramaian wisata.
Tugas mereka bukan sekadar mengatur lalu lintas. Kapolres memerintahkan tindakan preventif yang lebih menyentuh masyarakat.
"Tugas kita adalah memastikan setiap warga yang mudik merasa aman. Lakukan patroli rutin, pantau rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik, dan berikan layanan terbaik di pos-pos pengamanan yang ada," perintahnya kepada para personel.
Melawan Alam dan Prediksi Arus Mudik
Selain isu keamanan dan ekonomi, tantangan alam menjadi variabel yang tak kalah berat. BMKG telah merilis peringatan dini terkait potensi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi di wilayah NTT selama periode mudik.
"Prediksi BMKG menunjukkan potensi hujan lebat. Kita harus siaga, baik personel maupun sarana prasarana, untuk penanganan bencana di tahap pra, saat, maupun pasca-kejadian," tambahnya.
Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026.
"Sementara arus balik diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir Maret mendatang," sebut Alumni Akpol angkatan 2006 itu.
Apel gelar pasukan itu ditutup dengan sesi foto bersama dan doa lintas agama. Sebuah simbol bahwa di tengah ketidakpastian dunia dan ancaman cuaca, Labuan Bajo telah membulatkan tekad untuk memberikan rasa nyaman bagi para pemudik dan wisatawan.
"Keberhasilan operasi ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia' di tanah Manggarai Barat ini," tutup Ajun komisaris besar polisi itu dengan nada optimis.**#
Humas Polres Manggarai Barat

