Sosok Bripda Ningsi: Polwan Multitalenta di Balik Gerbang Wisata Super Premium Labuan Bajo
Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Di tengah hiruk-pikuk Labuan Bajo, kota pelabuhan yang kini menyandang status destinasi pariwisata super premium, sosok Brigadir Polisi Dua (Bripda) Astri Daningsi Mau berdiri dengan sigap. Bagi banyak orang, ia mungkin sekadar anggota Polwan yang bertugas di Polres Manggarai Barat. Namun, begitu ia mulai berbicara, batas-batas negara seolah runtuh.
Ningsi, begitu ia akrab disapa, bukan sekadar polisi biasa. Di balik seragam cokelatnya, ia menyimpan kemahiran komunikasi yang jarang dimiliki: penguasaan tiga bahasa asing sekaligus. Selain bahasa Inggris yang fasih, Polwan kelahiran Kalabahi, Alor tahun 2002 ini juga mampu berkomunikasi dalam bahasa Jerman dan Rusia.
Hebatnya, kemampuan ini ia raih tanpa pernah menginjakkan kaki di lembaga kursus manapun. Ia adalah seorang otodidak sejati.
*Berawal dari Kecintaan di Bangku SMP*
Minat Ningsi pada bahasa asing tumbuh sejak usia remaja. Sebuah perlombaan story telling saat ia duduk di kelas VIII SMP menjadi pemantiknya.
"Awalnya saya mengikuti perlombaan Story Telling waktu duduk di kelas VIII SMP. Puji Tuhan, saya meraih juara 2. Dari situ saya mulai tertarik untuk terus belajar bahasa asing, khususnya bahasa Inggris," kenang Bripda Ningsi saat dihubungi, Jumat malam (13/3/2026).
Sejak saat itu, layar ponselnya tak pernah jauh dari kanal YouTube edukasi dan film-film berbahasa asing. Baginya, teknologi adalah jendela kelas yang terbuka lebar.
"Dari menonton, saya merasa cukup mudah memahami kata demi kata maupun pelafalan. Kunci keberhasilannya terletak pada konsistensi dan kebiasaan sehari-hari," jelas lulusan Bintara Polwan Angkatan 51 tahun 2022 ini.
*Menjawab Tantangan Global di Labuan Bajo*
Penempatan Ningsi di Labuan Bajo seolah menjadi rencana semesta yang tepat. Sebagai ibu kota Manggarai Barat yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia, Labuan Bajo adalah magnet bagi wisatawan mancanegara. Hal ini membawa tantangan tersendiri bagi kepolisian, terutama saat menghadapi kasus hukum yang melibatkan warga asing.
Ningsi mengaku awalnya sempat kewalahan karena aksen wisatawan yang beragam. Namun, ia justru merasa tertantang untuk memperluas kemampuannya ke bahasa Jerman dan Rusia karena meningkatnya kunjungan turis dari kedua negara tersebut.
"Sekarang ini, saya lagi semangat-semangatnya belajar bahasa Rusia dan Jerman karena banyak bertemu 'bule' dari sana," ujarnya dengan nada riang.
Sebelum dimutasi ke Unit PPA Satreskrim Polres Manggarai Barat, penugasannya di Satuan Pam Obvit telah menempatkannya di garis depan. Dalam seminggu, ia bisa menangani tiga hingga empat pengaduan dari wisatawan asing, mulai dari kehilangan dokumen, tindakan kriminal, hingga hal-hal yang tidak terduga.
"Bahkan saya pernah membantu menyelesaikan masalah percintaan wisatawan asing yang datang mengadu, dan pernah juga menyelesaikan permasalahan 32 wisatawan dalam sehari," ceritanya.
*Representasi Wajah Polri dan Indonesia*
Bagi Ningsi, kemampuan bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bentuk pelayanan prima. Ia sadar bahwa saat ia berbicara dengan turis asing, ia sedang membawa citra Polri dan wajah Indonesia di mata dunia.
"Bagi mereka, polisi mempunyai akses untuk segala jenis informasi. Jadi kita harus siap dengan segudang pengetahuan, mulai dari alamat, kearifan lokal, hingga solusi pemecahan masalah sekecil apa pun," ungkap Polwan yang masuk Polri melalui jalur Talent Scouting Academic ini.
Pengembangan bakatnya pun mendapat dukungan penuh dari institusi melalui Sekolah Bahasa (Sebasa) Lemdiklat Polri, di mana ia berhasil meraih peringkat ke-2 di Kelas Pariwisata.
Di akhir percakapan, Ningsi mengutip sebuah pepatah yang menjadi filosofi hidupnya: "The more languages you know, the more doors you open. But English opens the most." (Semakin banyak bahasa yang Anda ketahui, semakin banyak pintu yang terbuka. Namun bahasa Inggris membuka pintu paling banyak).
Melihat rasa puas dan haru dari wisatawan yang ia bantu adalah upah yang tak ternilai bagi Ningsi.
"Keberhasilan sebagai pelayan masyarakat adalah melihat rasa bahagia atas pelayanan yang diberikan. That’s why I’m very proud to be a Police Woman!" pungkasnya penuh semangat.**#
Humas Polres Manggarai Barat

